Advertisement

Nada Pungtual, Sebuah nada selalu mengandung suatu gerakan berlagu dengan jarak waktu yang bervariasi. Namun, tidak selalu keseluruhan gerakan itu yang penting, artinya yang dapat membedakan nada itu dari na­da-nada yang lain yang digunakan oleh bahasa. Ada bahasa nada yang nadanya pungtual, artinya hanya satu unsur yang diperhatikan untuk identifikasi, yaitu suatu titik di lengkung lagu, misalnya titik tertinggi (paling tajam) atau titik yang paling rendah (paling bawah). Naiknya lengkung sampai ke titik tertinggi dan turunnya lengkung yang meng­ikuti titik itu, serta turun-naiknya kembali lengkung yang menyertai titik terendah adalah otomatis, dan tidak mempengaruhi nilai baha­sa. Di dalam bahasa yang membedakan dua macam nada pungtual, salah satu pasti tinggi, yang lainnya rendah. Dikatakan bahwa bahasa yang semacam itu mengenal tiga tingkatan penting atau tiga register. Di dalam sebagian besar bahasa bernada pungtual, nada menandai sebuah suku kata dan setiap suku kata memiliki nada. Misalnya dalam bahasa Lonkundo, bahasa beregister dua, yang digunakan penduduk daerah Kongo: dengan nada rendah pada masing-masing dari ketiga suku katanya, lokolo berarti ‘pohon kelapa’. Dengan nada rendah di suku kata pertama dan nada tinggi di kedua suku kata ber­ikutnya, lokolo bermakna ‘kesurupan’. Jika kita tandai nada tinggi dengan aksen tirus dan nada rendah dengan aksen rendah, kita akan menulis lokolo yang bermakna ‘pohon kelapa’, dan 16k616 yang ber­makna ‘kesurupan’. Dalam bahasa itu pula, dtadma dapat diter­jemahkan dengan ‘kau tidak membunuh hari ini’ dan dtaoma ‘kau ti­dak membunuh kemarin’. Perlu dicatat bahwa nada tinggi dan nada rendah memiliki status fungsional yang sama, dan tidak selalu, misal­nya sebuah kata memiliki sebuah suku kata yang bernada tinggi. Jelas bahwa, meskipun laki-laki, wanita, dan anak-anak di mana pun ber­bicara dengan suara yang wajarnya lebih tinggi atau lebih rendah, nada tinggi dapat dikenali karena adanya kontras dengan nada yang terdapat pada suku-suku kata berikutnya.

Advertisement
Advertisement
Filed under : Review,