Advertisement

FUNGSI UNSUR FONIS Tiga Fungsi Dasar, Analisis fonologis bertujuan mengidentifikasi unsur-unsur fonis suatu bahasa dan menggolong-golongkannya berdasarkan fungsinya di dalam bahasa itu. Fungsinya distingtif, atau opositif, apabila unsur-unsur tersebut bertugas menandai, pada suatu titik rangkaian pertuturan, sebuah tanda yang beroposisi dengan sernua tanda lain yang mungkin menempati titik yang sama, seandainya amanatnya berbeda. Di dalam ujaran bola itu bagus, tanda bola /bola/ ditandai sedemikian rupa oleh empat fonem yang berurutan dan setiap fonem memegang peran karena berbeda dari segala fonem lain yang mungkin berada dalam konteks ini. Namun, di samping fungsi fono­logis yang pokok itu, unsur-unsur fonis suatu bahasa dapat men­duduki fungsi kontrastif apabila unsur tersebut bertugas memudah­kan pendengar menguraikan ujaran dalam urutan satuan. Tugas itu pada umumnya dilakukan oleh tekanan dan khususnya di dalam bahasa, seperti bahasa Cek di mana tekanan selalu terdapat pada suku kata pertama. Dalam bahasa Inggris, tugas tersebut dilakukan oleh fonem /h/ yang menyatukan fungsinya yang distingtif (hill ‘bukit’ berbeda dari ill ‘sakit’, pill ‘pil’, bill ‘mata uang’, dsb.) dengan fungsi demarkatif karena di dalam bahasa itu, /h/ hanya mungkin — di dalam kosakata tradisional — berada di awal sebuah monem. Satu fungsi lagi dari unsur fonologis adalah fungsi ekspresif atau tugas menerangkan pada pendengar akan perasaan pembicara, sehingga pendengar itu tidak perlu meninjau skema artikulasi ganda untuk memahaminya. Misalnya dalam bahasa Jawa, pemanjangan /i/ apik, dalam ujaran omahe apik dapat diinterpretasikan sebagai rasa kagum yang amat sangat.

Advertisement
Advertisement