PENGERTIAN ARSITEKTUR TORAJA

adsense-fallback

Tampak kekhasannya pada rumah tradisional Toraja, yang masih banyak terdapat di daerah pedalaman, di Kabupaten Tana Toraja. Rumah-rumah itu didirikan berderet sepanjang arah timur-barat, dengan lumbung padi di depannya.

adsense-fallback

Rumah tradisional Toraja mempunyai pola tata ruang yang terdiri atas tiga bagian, yakni paluang, biasanya terletak di bagian utara dengan lantai lebih tinggi, sebagai kamar tidur tamu; sali, di bagian tengah dengan lantai rendah, di sebelah timur sebagai dapur, dan di sebelah barat sebagai ruang makan; dan sumbung, dengan lantai lebih tinggi daripada lantai sali, sebagai kamar tidur pemilik rumah. Rumah tradisional Toraja memiliki atap melengkung ke atas, mirip perahu wangka, dari susunan bambu. Dinding- dindingnya penuh dengan ukiran khas Toraja, bermotifkan benda, tumbuhan, bunga, benda langit, dan hewan, terutama kerbau. Bagi orang Toraja, kerbau merupakan hewan yang sangat berarti, lebih-lebih kerbau jenis todong bonga (berkulit belang putih). Kerbau lazim digunakan sebagai hewan korban pada upacara-upacara kematian, sedangkan tanduknya digunakan sebagai hiasan rumah. Hiasan tanduk kerbau pada sebuah rumah menandakan bahwa pemilik rumah itu pernah mengadakan upacara kematian besar- besaran dengan mengorbankan kerbau.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback