Advertisement

Apa itu ideologi?, Ideologi dapat diartikan sebagai suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam yang mempunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu’ secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai segi kehidupan duniawi mereka. Akan tetapi, sebagaimana kita ketahui, dalam realitanya suatu masyarakat mempunyai berbagai macam kelompok kepentingan yang dilahirkan oleh adanya perbedaan-perbedaan sosial, ekonomi, agama atau entah Apalagi. Masing-masing kelompok sosial ini biasanya mempunyai Dula pandangan atau sistem nilai tertentu yang mereka pegang scbagai landasan dalam usaha mereka untuk memajukan kepentingan-kepentingan mereka yang spesifik. Pandangan atau sistem nilai yang seperti ini mungkin dapat dianggap sebagai sub¬idcologi. Dengan demikian, bila mana diteliti dengan cermat akan tcrlihat bahwa di dalam suatu ideologi tertentu tercermin sejumlah sub-ideologi. Di sini ideologi tampak sebagai jelmaan dari hasil suatu konscnsus bersama dari berbagai kelompok atau golongan kcpentingan.

Professor Lowenstein pernah berkata “Ideologi adalah suatu pcnyelarasan dan penggabungan pola pemikiran dan kepercayaan, .tau pemikiran bertukar menjadi kepercayaan, penerangan sikap manusia tentang hidup dan kehadirannya dalam masyarakat dan mengusulkan suatu kepemimpinan dan memperseimbangkannya herdasarkan pemikiran dan kepercayaan itu” (K. Ramanathan, 1988:73).

Advertisement

Apabila jalan pemikiran ini kita ikuti, maka salah satu dimensi dari ideologi adalah pencerminan realita yang hidup dalam masyarakat di mana is muncul buat pertama kalinya, paling kurang realita pada saat-saat kelahirannya itu. Dengan perkataan lain, ulcologi mcrupakan gambaran tentang sejauh mana suatu masyarakat berhasil memahami dirinya scndiri. Kalau bcgitu, daya tahan suatu ideologi antara lain tergantung pada tinggi atau rendahnya kemampuan intelektual mereka yang melahirkannya dalam meneliti dan menganalisa masyarakatnya secara obyektif. Kalau kemampuan itu tinggi, maka ideologi yang lahir akan mempunyai relevansi yang kuat dengan jiwa dan kehidupan masyarakatnya, dan sebaliknya.

Dimensi lain dari ideologi ialah lukisan tentang kemampuannya memberikan harapan kepada berbagai kelompok, atau golongan yang ada pada masyarakat untuk mempunyai kehidupan bersama secara lebih baik dan untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Dimensi ini dapat disebut sebagai unsur idealisme dari ideologi. Dalam hal ini, idealisme dapat dianggap sebagai motor penggerak yang rnembangkitkan hasrat anggota-anggota masyarakat untuk hidup bersama dan bersatu, menggairahkan partisipasi mereka ke dalam usaha-usaha bersama seperti pembangunan (Alfian: 188-189).

Terdapat pula hubungannya dengan kedua dimensi di atas ialah dimensi ketiga dari ideologi. Dimensi ini mencerminkan kemampuan secara ideologis dalam mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat. Mempengaruhi berarti mewarnai proses perkembangan itu, sedangkan menyesuaikan diri berarti bahwa masyarakat berhasil menemukan interpretasi—interpretasi baru terhadap nilai-nilai dasar atau pokok dari ideologi itu, sesuai dengan realita-realita yang muncul dan mereka hadapi. Dengan demikian, nilai-nilai dasar itu, seperti nasionalisme dan keadilan sosial, akan tampak selalu relevan sebagai idealisme yang wajar. Jadi, agar lebih relevan ideologi itu tampaknya perlu mempunyai fleksibilitas agar dapat melahirkan interpretasi-interpretasi baru tentang dirinya sesuai dengan perkembangan zaman. Ada atau tidaknya, tinggi atau rendahnya fleksibilitas ini dapat juga dipakai sebagai ukuran penting ketiga dalam melihat kualitas dan Jaya tahan sesuatu ideologi dalam masyarakat. Sebagaimana dapat dilihat, adanya fleksibilitas di dalam suatu ideologi membuka jalan bagi generasi-generasi baru dalam masyarakat untuk mengembangkan dan memakai kemampuan intelektual mereka guna mencari atau meneliti interpretasi¬interpretasi baru yang mungkin bisa diberikan terhadap nilai-nilai dasar ideologi itu, dan oleh karena itu mereka mungkin akan berhasil menemukan relevansi baru dari padanya sebagai idealisme yang wajar di dalam realita baru dimana mereka berada. Melalui interpretasi-interpretasi baru, nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam suatu ideologi akan berhasil mempengaruhi relevansi dirinya di dalam proses perubahan masyarakat yang terus berlangsung !;e p a njang zaman.

 

Advertisement