Advertisement

Anatomi Pucuk Berdaun, Daun Funaria berupa jaringan berbentuk piringan ceper dan  pipih setebal satu sel, kecuali pada tulang tengah yang menebal (3.6c). Bagian daun yang tipis tersusun atas sel-sel besar berdinding tipis yang terisi kloroplas yang jelas dan berbentuk bulat telur; sebenarnya sehelai daun yang dipetik dari Funaria merupakan suatu objek yang cocok untuk pengamatan kloroplas secara mikroskopis (3.6d). Tulang tengahnya setebal beberapa sel dan strukturnya cukup kompleks. Pada penampang melintangnya tampak dua macam sel, satu macam berdinding tebal, satu lagi berdinding tipis. Sel-sel berdinding tebal, yang lebih umum dijumpai, tak salah lagi memberikan dukungan secara mekanis sebagai tulang tengah yang sangat penting fungsinya pada daun yang rapuh seperti daun Funaria itu. Sel-sel berdinding tipis, yang cenderung membentuk kelompok di pusat tulang tengah itu, biasanya dianggap sebagai tipe yang sederhana dari jalur penghantar, walaupun pada Funaria tampaknya tak banyak bukti hasil percobaan untuk menguatkan anggapan ini. Pada permukaan daun tak terdapat kutikula yang jelas dan dapat dengan mudah menyerap atau mengeluarkan air.

Batang Funaria berdeferensiasi menjadi tiga bagian menu-rut anatominya sebagai berikut: satu bagian epidermis superfisial, sebuah korteks tebal dan sebuah jalur tengah (3.6e). Epidermisnya setebal satu sel, hijau, tanpa stomata. Korteksnya tersusun atas beberapa lapisan parenkima yang sewaktu muda berisi kloroplas. Sel terluar korteks biasanya memiliki dinding yang lebih tebal daripada sel-sel dalam. Jalur tengah terdiri atas sel-sel yang sempit, memanjang dan berdinding tipis di mana protoplasmanya berdegenerasi selama perkembangannya. Sel-sel ini, sebaliknya dari selsel berdinding tipis serupa yang berada pada tulang tengah daun, diketahui memiliki fungsi sebagai penghantar. Dengan menggunakan cat yang fluoresens untuk merunut aliran air, tampak bahwa Funaria hygrometrica memperoleh kebutuhan airnya melalui suatu gabungan jalur dalam dan jalur luar. Penyaluran dalam lewat rizoid ternyata sangat lambat (hanya sepuluh sel yang dilalui selama 40 jam) dan pangkal batang tampaknya memperoleh air terutama dari luar dengan gerakan kapiler. Walaupun begitu, setelah berada di dalam batang, air itu segera mengalir ke atas melalui jalur tengah, tetapi tidak disalurkan ke daun, yang memperoleh air dari saluran luar melalui terusan kapiler yang dibentuk oleh daundaun yang bertumpang tindih. Pada Funaria jaringan tulang tengah daun yang berdiferensiasi tidak berhubungan dengan jalur tengah batang tetapi berakhir buntu pada korteks luar.

Advertisement

 

Advertisement