PENGEMBANGAN TEORI PIAGET OLEH KOHLBERG

adsense-fallback

Lawrence Kohlberg (publikasinya pada tahun. 1966-1969) mengembangkan teori Piaget untuk menjelaskan perkembangan moral, emosi, dan ual. Ia melanjutkan pendapat Piaget bahwa perkembangan sosial dan kepribadian terjadi melalui urut- urutan yang invariant dan tahap-tahap yang jelas.

adsense-fallback

Dua faktor yang menentukan tahap perkembangan anak adalah (1) Tahap perkembangan kognitif-nya dan (2) Macam atau jenis pengalaman sosial yang dihadapi anak.

Menurut Kohlberg perkembangan berbagai aspek kepribadian berbeda-beda satu sama lain. Perkembangan peran ual, misalnya sudah mencapai tingkat kemapanan. pada tahap operasional konkret (7 th), sementara perkembangan moral dapat terus terjadi sampai dewasa.

Mengenai perkembangan moral itu sendiri, Kohlberg membaginya dalam 6 tahap.

1. Tahap taat dan takut hukuman

Terjadi pada usia di bawah lima tahun. Prinsipnya adalah bahwa anak menghindari perbuatan tertentu karena takut hukuman. Tidak berdoa, misalnya, adalah perbuatan yang tidak baik karena ia bisa mendapat hukuman dari ibunya.

2. Tahap egoisme instrumental dan imbalan

Terjadi pada anak-anak yang sudah besar. Anak berbuat baik karena memperoleh keuntungan atau ganjaran yang menguntungkan dirinya sendiri. Anak akan berdoa karena jika berdoa nilai ulan gannya bisa bagus, atau ibu akan memasak kue setelah anak berdoa.

3. Tahap anak baik

Biasanya terjadi menjelang remaja. Anak berbuat baik karena mengharapkan pujian atau penghargaan sebagai anak baik. Anak berdoa karena dengan demikian ia dipuji dan dihargai sebagai anak yang baik atau sebagai anak yang saleh.

4. Tahap kekuasaan, peraturan, dan ketertiban.

Terjadi pada usia remaja. Perilaku bermoral adalah perilaku yang sesuai dengan peraturan dan demi ketertiban. Untuk itu diperlukan kekuasaan untuk menegakkannya. Orang harus berdoa karena demikianlah aturannya dan doa diperlukan agar masyarakat tertatur dan tertib. Tuhan dan malaikat, pendeta atau ulama, adalah yang menjaga ketertiban itu. Bahkan, setiap orang dapat mengingatkan orang lain untuk berdoa agar tercapai ketertiban.

5. Orang-orang yang sudah dewasa memasuki sosial.

Perilaku tertentu baik atau tidak baik dilakukan karena ada keterkaitan dan keterikatan dengan orang lain. Kita tidak boleh .menyaki.ti,. prang lain karena. kita sendiri tidak mau . … disakiti dan . kita, mendoakan .¬©rang lain karena orang lain mendo’akan kita.

6. Tahap yang paling dewasa dan paling matang adalah orientasipada prinsip-prinsip moral itu sendiri. Orang boleh menyakiti orang lain (bahkan membunuh orang lain) atau boleh tidak berdoa jika ada nilai-nilai lain yang lebih tinggi.

Menurut Kohlberg sendiri, tidak semua orang dewasa (walaupun usianya sudah dewasa) dapat mencapai tingkat perkembangan moral yang tertinggi (tahap prinsip moral).

Kedua teori tentang kognisi tersebut terutama menekankan pada penjelasan tentang apa dan bagaimana terjadinya kognisi. Akan tetapi, teori-teori tersebut tidak menjelaskan bagaimana proses yang terjadi dalam kognisi itu sendiri. Dengan perkataan lain, teori Piaget dan Kohlberg lebih menjelaskan struktur dan perkembangan kognisi ketimbang dinamikanya. Oleh karena itu, perlu kita pelajari teori-teori kognitif yang menjelaskan proses atau dinamika yang terjadi dalam kognisi tersebut.

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback