Advertisement

Yunani yang dianggap sebagai bagian dari Eropa, kebudayaannya yang disebut Hellenisme pengaruhnya sangat mendominasi kebudayaan bangsa-bangsa di Eropa. Pendidikan yang merupakan bagian dari kebudayaan telah ada di Yunani sejak jaman kuno (ancient times). Dalam membicarakan pendidikan tinggi di Eropa terlebih dahulu perlu diinformasikan bahwa beberapa orang ahli menolak bila pendidikan di Yunani kuno digolongkan sebagai kegiatan suatu perguruatt tinggi. Menurutnya yang bisa digolongkan sebagai perguruan tinggi adalah organisasi pendidikan yang dikelola secara rapi, dengan menyelenggarakan ujian, selain pengajarnya mempunyai sertifikat berhak mengajar (licentia docendi). Walau pendidikan di Yunani yang diselenggarakan oleh Plato maupun Aristoteles tidak demikian, namun melihat materi yang diajarkan, bisa lah pendidikan di Yunani kuno digolongkan sebagai cikal-bakal pendidikan tinggi. Menurut para ahli, yang bisa dianggap sebagai permulaan perguruan tinggi adalah perguruan tinggi di Eropa Barat, yaitu perguruan tinggi di Bologna dan perguruan tinggi di Paris pada abad ke-12.

Bermula ketika keadaan di Yunani memungkinkan penduduknya hidup dalain kcmakmuran, para anggota masyarakat yang berkecukupan berinisiatif memberikan pendidikan kepada anak-anaknya dengan cara mengundang guru atau tutor ke rumah. Mengundang guru ke rumah dan hidup bersama muridnya disebut itinerant mirip dengan cerita di pewayangan Jawa, pandito Durno diundang dan hidup di kraton Astino untuk mengajar keluarga Kurowo dan Pandowo. Pada mulanya pendidikan di Yunani mengutamakan pelajaran pendidikan jasmani, musik dan sastra. Baru kemudian menyusul retorika, aritmatika dan filsafat serta astronomi. Waktu orang-orang kaya Yunani tertarik untuk ikut memegang pemerintahan rnaka diperlukan bekal penguasaan ilmu kenegaraan dan ilmu politik. Mereka belajar ilmu politik dan ketatanegaraan dari para sufi yang pada saat itu menguasai hampir semua ilmu atau bisa dikatakan all-round.

Advertisement

Seorang ilmuwan Yunani bernama Plato pada tahun 397 SM mengajarkan ilmunya kepada murid­muridnya di sebuah taman bernama academe. Nama taman ini untuk seterusnya digunakan untuk menyebut jenis bentuk pendidikan – akademf. Pendidikan jasmani, musik, sastra diajarkan sampai siswa berumur 18 tahun, setelah itu mereka diwajibkan memasuki dinas militer selama 2 tahun. Pada umur 20 tahun mereka kembali lagi bersekolah untuk mempelajari aritmatika, ilmu ukur, astronomi dan filsafat. Pendidikan liberal arts berlangsung di Yunani sampai tahun 146 SM yaitu saat kejayaan Yunani pudar dan disusul dengan kejayaan Romawi. Yang termasuk liberal arts adalah sejarah, filsafat dan ilmu­ilmu yang sifatnya abstrak, serta bahasa. Bangsa Yunani menganggap ilmu ini penting oleh karena untuk keseimbangan antara badan yang sehat dan jiwa yang sehat. Ilmu-ilmu ini banyak dipelajari oleh warga Yunani yang telah mapan dan kaya, keluarga yang belum mapan diarahkan untuk berlatih bekerja (vocational training).

Advertisement