Advertisement

Pembentukan Cabang dan Simpai, Beberapa kuncup ketiak pada pucuk semai dapat berkembang menjadi cabang, yang penambahan ukuran panjang dan kelilingnya sama cepatnya dengan batang utama. Pada tempat percabangan berkembang, kayu baru akan ditambahkan sebagai suatu lapisan sinambung di antara batang dan cabang, akibatnya tiap kerucut batang tampak seperti sehelai jas yang berlengan banyak; karena lapisan ini berada di bawah pepagan, lebih tepat disebut jas dalam berlengan banyak (  7.6). Ketika batang pohon itu menebal, pangkal cabang yang muncul dari situ lama kelamaan akan terkubur oleh batang dan membentuk simpai atau buhul, yarig akan kelihatan jika pohon itu digergaji menjadi batang kayu. Jika Cabang itu mati—hal ini sering terjadi jika pohon itu ternaungi—bagiannya yang lebih ujung mungkin akan rapuh dan lama-kelamaan akan pecah, tetapi potongan pangkalnya akan terkubur oleh batang yang selalu membesar. Pada cabang yang mati tentu saja tidak terdapat kegiatan kambium, karena itu kayu pada simpai yang terbentuk pada cabang yang mati tidak sinambung dengan kayu dari batang. Simpai demikian menjadi longgar atau bahkan akan jatuh dari papan; disebut simpai mati atau simpai lepas. Suatu simpai yang terbentuk dari cabang hidup akan terikat erat dalam kayu papan, membentuk simpai hiclup atau simpai ketat. Setelah simpai yang mati terkubur, batang itu kemudian menghasilkan kayu bersih, yang bebas simpai. Jadi kayu bersih akan terbentuk pada bagian luar batang besar dan kayu bersimpai dijumpai di bagian tengah.

Karena simpai terbentuk dari cabang samping, maka is akan melintasi batang ke arah radial, baik secara horizontal maupun agak miring ke bawah atau ke atas sejalan dengan kemiringan cabang yang membentuknya. Jadi penampang radial membujur akan memotong simpai menurut panjangnya; simpai seperti itu disebut simpai paku sepatu. Pada irisan tangensial membujur simpai itu akan terpotong secara melintang atau agak miring dan membentuk simpai yang bulat.

Advertisement

 

Advertisement