Advertisement

PELAKSANAAN DISKUSI KELOMPOK – Sesudah seluruhnya persiapan usai dikerjakan serta pengajar juga sudah usai berikan pengarahan perihal langkah berdiskusi, maka tiap-tiap grup di beri peluang berdiskusi sepanjang 10 atau 15 menit. Pada saat satu grup berdiskusi, siswa/mahasiswa yang lain bertindak untuk pengamat. Pengamat ini bertugas memberi komentar langkah bicara siswa/mahasiswa yang tengah berdiskusi dalam tabel dasar penilaian. Jaili, tiap-tiap siswa mesti bikin tabel penilaian.

Dengan cara garis besar, proses diskusi itu bisa digambarkan seperti berikut :

Advertisement

– Siswa/mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok serta tiap-tiap grup lakukan persiapan diskusi.

– Kelompok spesifik berdiskusi kurun waktu spesifik (10 atau 15 menit). Siswa yang lain (pengamat) dibagi lagi dalam kelompok-kelompok peng¬amat. Jumlah grup pengamat ini sesuai dengan jumlah siswa mahasiswa yang berdiskusi. Umpamanya, grup siswa/mahasiswa yang berdiskusi sejumlah 9 orang. Grup pengamat juga terbagi dalam 9 grup. Jadi, siswa/mahasiswa yang bertugas untuk pengamat dibagi jadi 9 grup. Tiap-tiap grup mengamati seseorang anggota diskusi atau seseorang peserta diskusi. Jadi, yang mengaman serta ada yang mengamati anggota.

– Guru memastikan komponen-komponen yang dilihat atau yang diko¬mentari. Butuh diingat kembali bahwasanya tak pada tempatnya menuntut siswa/mahasiswa kuasai aspek-faktor penunjang keefektifan bicara, baik aspek kebahasaan ataupun yang nonkebahasaan sekalian, namun seluruhnya itu dilatih dengan cara bertahap. Dalam hal semacam ini guru memegang fungsi utama. Pertama sekali amatilah aspek-faktor yang paling gampang. Umpamanya pertama kali bicara, baru menanamkan keberanian/semangat, kelancaran, serta kejelasan perkataan. Aspek-faktor yang lain tetap diabaikan. Seluruhnya pengamat cuma mencermati ketiga aspek ini, begitupun guru. Ketiga aspek ini dapat diberitakan pada pembicara, meskipun pembicara bakal mengaplikasikan seluruhnya aspek bicara lantaran memanglah hal semacam ini mustahil dipisah-pisah.

– Kelompok spesifik berdiskusi sepanjang 10 atau 15 menit serta grup yang lain serta guru aktif mengamati komponen-komponen yang sudah disetujui. Dalam hal semacam ini moderator mesti bisa melindungi keefektifan bicara, janganlah berikan pengarahan terlampau panjang. Dalam pengarahan ini moderator menuturkan latar belakang diselenggarakan diskusi, maksud diskusi, serta harapan yang mau dicapai. Setelah itu moderator mengatur kelan¬caran jalannya diskusi.

– Selesai berdiskusi, beberapa pengamat mengemukakan komentarnya. Dalam hal semacam ini bisa dikerjakan dengan dua langkah.

a. Tiap grup menyampaikan komentarnya perihal pembicara yang diamatinya lewat juru bicaranya. Anggota yang lain bisa melengkapinya. Guru bertindak membenarkan komentar setiap grup ini, lantaran belum pasti komentar mereka ini pas.

b. Setiap anggota (peserta) diskusi berhimpun ke dalam grup pengamatnya. Mereka juga asik berdiskusi perihal langkah bicara pembicara atau anggota diskusi yang dilihat. Tiap-tiap pengamat menyampaikan komentarnya perihal langkah bicara pembicara. Dalam hal semacam ini guru berkeliling lakukan penilaian serta berikan panduan. Hal ini dapat juga dikerjakan dengan berdiri, untuk melatih sikap bicara saat berdiri.

Peserta diskusi berhimpun dengan beberapa pengamatnya. Beberapa pengamat berikan umpan balik perihal langkah bicara rekannya. Dalam grup ini beberapa siswa juga berlatih menyampaikan pendapat. Sesudah terima umpan balik dari pengamat serta guru, baiknya diskusi diulang kembali. Pengulangan ini bisa meneruskan tema atau mengulang kembali. Pengamat bisa lihat adakah perkembangan atau tak pada komponen yang dilihat. Bila seluruhnya grup sudah memperoleh giliran berdiskusi lewat cara yang sama, maka dilanjutkan dengan peluang berdiskusi yang ke-2. Agar siswa/mahasiswa tak jemu, carilah variasi yang lain dari wujud diskusi yang pertama. Umpamanya berdebat atau sama-sama silang. Aspek yang dilihat serta dilatih ditambah serta langkahnya sama juga dengan yang pertama. Sekianlah selanjutnya, hingga dengan berulang-kali latihan, seluruhnya aspek itu bisa dilatih serta dilihat. Karena, penilaian menurut kesan umum bisa dihindari. Siswa/mahasiswa juga berlatih dengan cara bertahap. Ingat, seluruhnya kekuatan cuma bisa dicapai dengan berlatih serta dengan tuntunan yang intensif. Dengan adanya banyak berlatih, siswa/mahasiswa juga banyak memperoleh umpan balik. Proses seperti diatas bisa merubah kondisi kelas jadi fasilitas latihan kekuatan bicara. Kesibukan siswa untuk bicara bisa dirangsang serta seluruhnya aktivitas adalah fasilitas latihan bicara. Siswa yang bertugas untuk pengamat dapat juga memperdalam pengertiannya perihal aspek-faktor penunjang kekuatan bicara.

– Hasil penilaian siswa/mahasiswa yang di buat dalam tabel penilaian baiknya dihimpun guru/dosen serta lalu di check (dinilai). Keuntungannya, guru bisa lihat kekuatan serta kesungguhan siswa/mahasiswa serta membenarkan pekerjaan siswa/mahasiswa, serta siswa/mahasiswa juga bakal bersungguh-sungguh membuatnya.

Keyword Search:

Definisi diskusi – Manfaat diskusi – Jenis diskusi – Pengajaran kemampuan – Keunggulan diskusi kelompok – Syarat topik diskusi – Perumusan tujuan dan kerangka persiapan diskusi – Diskusi kelompok dalam kelas – Tugas moderator – Menjadi pem­bicara yang baik

Advertisement