OK-REVIEW - Article Review, Book Review, Essay Review

Advertisement

PENGERTIAN MIMOSOIDEAE

Mimosoideae, Pohon atau perdu, jarang terna. Daun bersirip ganda atau jarang bersirip; duri penumpu umum dijumpai. Bunga aktinomorf, individu bunga kecil-kecil tetapi biasanya berkelompok menjadi bonggol yang padat atau bulir. Daun kelopak bersatu menjadi tabung, bercuping 4-5 atau bergerigi, cupingnya mengatup. Daun makota 4-5, bebas atau bersatu di pangkalnya, mangatup. Benang sari sering kali banyak, atau

PENGERTIAN PAPILIONOIDEAE

Papilionoideae (= Faboideae), Terna, jarang perdu atau pohon. Daun majemuk menjari atau menyirip ganda (kadang-kadang tunggal karena tereduksi), kadang-kadang berujung sulur. Bunga zigomorf, agak peri-gin, relatif besar dan dengan penampilan yang sangat khas, yang agak menyerupai seekor kupu-kupu (demikianlah nama anak suku ini berasal dari nama Latin papilio = kupu-kupu). Daun kelopak biasanya 5,, sebagian bersatu

SUKU-SUKU DIKOTIL TERPILIH: ARCHICHLAMYDEAE

Suku-suku Dikotil Terpilih: Archichlamydeae, DIKOTIL mencakup semua tumbuhan berbunga yang berkeping biji dua. Dari nama kelompok ini seseorang mungkin akan membayangkan bahwa pengenalannya semata-mata 3ergantung pada sifat itu saja, tetapi tidak demikian. Walaupun adanya dua keping biji itu merupakan sifat yang paling konstan, masih ada beberapa sifat yang lebih jelas, tetapi secara sendiri-sendiri kurang dapat diandalkan

PENGERTIAN METACHLAMYDEAE

METACHLAMYDEAE, SIFAT-SIFAT khas utama Metachlamydeae ialah bahwa daun makotanya berfusi membentuk tabung makota. Keseluruhan el o mp o k ini telah mencapai suatu tahap yang semua pusaran Magian bunganya tetap jumlahnya, karenanya merupakan iingkaran yang konstan. Benang sarinya secara khas menempel pada tabung makota (yaitu bersifat epipetal) dan sifat ini sedemikian konstannya, sehingga pada awal abad

PENGERTIAN CAPPARACEAE

Capparaceae, Capparaceae ( 9.2) diuraikan lebih dahulu, sebab bunganya dianggap lebih primitif daripada suku-suku yang akan dijelaskan berikutnya. Selain pernyataan langkah maju secara khas seperti pada langkah maju 1 (yaitu susunan melingkar) dan langkah maju 2 (yaitu jumlah tertentu dari bagian-bagian bunga) yang telah dicapai oleh hampir semua suku yang masih hidup, kemajuan yang paling jelas

BAKAL BUAH DAN BAKAL BIJI

Bakal Buah dan Bakal Biji, Untuk jelasnya struktur bakal buah dan bakal biji akan diuraikan dengan mengacu kepada bakal buah hipotesis, yang berdaun buah tunggal dan berisi satu bakal biji tegak yang terdapat di atas satu tangkai pendek yang muncul dari dasar bakal buah (7.2). Analog dengan embriologi pada mamalia, maka bagian dari dinding bakal buah

PEMENCARAN DENGAN LEDAKAN

Pemencaran dengan Ledakan, Pada cara pemencaran ini biji-biji terpencar karena buah pecah secara eksplosif. Mekanisme ini umum terdapat pada anggota Leguminosae, yang polongnya mengering dan mengerut oleh panas matahari. Serabut-serabut diagonal yang fiat pada perikarp mengerut dan menimbulkan tegangan internal sampai akhirnya polong pecah menjadi dua belahan.Pada waktu pecah sepanjang garis yang rapuh pada kedua pinggirannya,

PENGERTIAN SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI

SISTEM-SISTEM KLASIFIKASI, Walaupun tidak ada dua tumbuhan yang persis sama, berbagai individu yang berbeda di dalam satu jenis biasanya memiliki banyak titik persamaan, sehingga tidak mungkin disangsikan kekerabatan genetikanya. Untuk berbagai keper-luan tingkat jenis (species) diterima sebagai satuan dasar klasifikasi. Jenis-jenis yang memiliki sebagian besar karakter yang dikelompokkan menjadi satu golongan yang lebih besar dan lebih

BENANG SARI DAN BUTIR SERBUK SARI

Benang Sari dan Butir Serbuk Sari, Satu benang sari pada dasarnya tersusun atas 2 bagian, yaitu satu tangkai sari (filament), dan satu kepala sari (anther). Walaupun ada berbagai variasi dalam bagian-bagian kecilnya, sedikit sekali benang sari yang kedua bagiannya ini sulit dibedakan. Pada kebanyakan benang sari kepala sarinya terbagi dalam 2 belahan atau cuping kepala sari

ASPEK MORFOLOGI PERKECAMBAHAN

Aspek Morfologi Perkecambahan, Sebutir biji matang terbungkus oleh lapisan pelindung, yaitu testa, yang pada permukaannya dijumpai satu lubang kecil, mikropil, dan satu lampang (scar), hilum, yang menandai tempat menempelnya biji pada plasenta di dinding buah. Di dalam testa terdapat satu tumbuhan embrio dan cadangan makanan yang tersimpan, baik di luar embrio sebagai endosperma maupun (lebih umum)

PERKEMBANGAN BIJI SEBAGAI SATUAN PEMENCARAN

Perkembangan Biji Sebagai Satuan Pemencaran Perkembangan suatu satuan pemencaran yang sama sekali baru, yang disebut biji, menyangkut beberapa perubahan besa’r, dan seyogyanya dipisahkan antara perubahan yang terjadi di pihak betina dan perubahan yang terjadi di pihak jantan, walaupun keduanya itu tentu saja saling bergantungan. Perubahan di pihak betina. Pada tumbuhan yang mula-mula muncul, untuk mempertahankan

PENGERTIAN PENYERBUKAN SENDIRI

Penyerbukan Sendiri, Walaupun kebanyakan tumbuhan memiliki alat yang mendo-rong atau menjamin penyerbukan silang, masih ada beberapa ienis yang secara teratur menyerbuk sendiri. Pada serealia dari zone iklim sedang, yaitu gandum (Triticum), barlei (Hordeum) dan ‘oats’ (Avena), kepala sarinya selalu memencarkan serbuk sari ke atas permukaan kepala putik yang matang sebelum bunga mekar. Tumbuhan lain, seperti Commelina
Page 16 of 439:« First « 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 » Last »