OK-REVIEW - Article Review, Book Review, Essay Review

Advertisement

BENTUK HIDUP TUMBUHAN BERBUNGA

BENTUK HIDUP TUMBUHAN BERBUNGA, Oleh karena ukuran dan bentuk berbagai tumbuhan yang menyusun suatu komunitas yang kompleks sangat beranekaragam, maka cara-cara untuk mencirikan mereka diperlukan. Pembagian tumbuhan secara sederhana menjadi terna, perdu dan pohon tidak memadai dan karena itu klasifikasi yang lebih terperinci menjadi bentuk hidup sering digunakan. Dalam cara klasifikasi ini dikenal bahwa tumbuhan tidak

PENGERTIAN GRAMINEAE

Gramineae, Jika bunga yang khas dari Gramineae dibandingkan dengan bunga tipe umum monokotil, seperti diwakili Liliaceae, ternyata bahwa perhiasan bunganya tereduksi menjadi dua sisik kecil (lodikula), benang sarinya tereduksi menjadi tiga, satu kepala putik tidak ada lagi dan hanya satu daun buah yang berfungsi dari bakal buah itu. Pada bunga beberapa jenis bambu (yang dianggap sebagai

PENGERTIAN ORCHIDACEAE

Orchidaceae, Orchidaceae merupakan puncak atau klimaks dari struktur bunga pada Corolliferae. Bunganya terbentuk menurut pola dasar yang sama dengan, bunga Liliaceae, Perhiasan bunganya, walaupun terdiri atas enam segmen dalam dua pusaran, sangat termodifikasi; anggota tengah dari pusaran dalam (‘bibir’ atau labelum) jauh lebih besar daripada segmen perhiasan bunga lainnya, sehingga ter-bentuk bunga zigomorf. Jumlah benang sari

KELOMPOK-GLUMIFLORAE

KELOMPOK-GLUMIFLORAE, Glumiflorae terdiri atas beberapa suku saja, yang perhiasan bunganya sangat tereduksi atau bahkan tak ada sama sekali. Kelompok ini diawali dengan Juncaceae, yang mungkin langsung berasal dari Liliaceae, sebab suku ini tetap mempertahankan perhiasan bunganya yang kecil, yang terdiri atas enam bagian, walaupun keadaannya kering dan mirip kelopak. Kelompok ini berakhir Gramineae, yang paling tinggi

PENILAIAN KELIMPAHAN SECARA KUANTITATIF

Penilaian Kelimpahan Secara Kuantitatif, Karena keterbatasan dalam penaksiran kelimpahan secara visual, maka metode kuantitatif dengan maksud untuk menghilangkan pertimbangan pribadi si pengamat telah dikembangkan. Metode kuantitatif untuk menilai kelimpahan berpijak pada pencatatan kelimpahan yang sesungguhnya dalam sejumlah cuplikan (sample) luasan komunitas dan kemudian hasilnya digunakan untuk menaksir kelimpahan dalam komunitas secara keseluruhan. Oleh karena cuplikancuplikan ini

PENGERTIAN CONVOLVULACEAE

Convolvulaceae, Convolvulaceae  telah mencapai tingkat evolusi yang kira-kira setaraf dengan Apocynaceae, dan rumus khas bunga dua suku ini sama. Convolvulaceae mungkin dapat dianggap lebih maju daripada Apocynaceae karena ginoesiumnya yang sepenuhnya sinkarp. Convolvulaceae selalu dapat dibedakan dari Apocynaceae dengan daunnya yang berseling, tetapi bagaimanapun hampir semua anggota suku ini dapat dikenal dari bunganya yang berbentuk corong

PENGERTIAN COMPOSITAE

Compositae, Compositae mencapai batas ekstrem- dalam langkah maju evolusi, dari individu bunga yang jelas ke perbungaan yang jelas, yang tersusun atas massa bunga-bunga kecil. Apa yang biasa disebut bunga pada suku ini adalah pada kenyataannya berupa satu bongkol (yaitu suatu perbungaan yang tersusun atas bunga-bunga kecil tak bertangkai, disebut floret, yang muncul pada penyangga bersama) yang

PENGERTIAN MALVACEAE

Malvaceae, Malvaceae dapat dianggap sebagai suku yang telah berevolusi sejajar dengan Capparaceae. Kedua suku ini mengkan langkah maju ke arah sinkarpi, tetapi selain perbedaan sifat yang khusus untuk masing-masing suku (misalnya adanya ginofor pada Capparaceae dan tugu benang sari pada Malvaceae), kedua suku ini berbeda dalam jumlah dasar bagian-bagian pusaran bunganya. Jadi, jika pada Capparaceae terdapat

PENGERTIAN MYRTACEAE

Myrtaceae, Myrtaceae mirip Capparaceae dan Malvaceae dalam hal bunganya yang sinkarp, tetapi suku ini memperli-hatkan langkah yang lebih maju daripada kedua suku tersebut karena bunga yang epigin. Walaupun semua bagian bunganya melingkar dan memiliki jumlah daun kelopak, daun makota dan daun buah tertentu, pusaran benang sarinya tetap primitif karena bagian-bagiannya yang tidak tertentu jumlahnya tetap dipertahankan.

PENGERTIAN ARCHICHLAMYDEAE

ARCHICHLAMYDEAE, Archichlamydeae (yaitu suku-suku dikotil yang tidak memi-liki daun makota atau daun makotanya terpisah-pisah) ditempatkan sebelum Metachlamydeae dalam sistem Engler, sebab secara umum bagian-bagian bunganya tidak begitu rumit dibandingkan dengan Metachlamydeae. Yang akan diuraikan dalam buku ini hanyalah suku-suku Archichlamydeae yang memiliki bunga berkelopak dan bermakota, meskipun seri Archichlamydeae mencakup sekitar 40 suku yang bunganya tanpa

PENGERTIAN LEGUMINOSAE

Leguminosae, Leguminosae mewakili suatu turunan yang telah berevolusi dari angiosperma primitif melalui jalur yang tersendiri. Jika pada ketiga suku sebelumnya semuanya mengkan langkah maju ke arah sinkarpi, maka Leguminosae telah mereduksikan ginoesiumnya menjadi daun buah tunggal sehingga menjadi bebas seperti pada keadaan apokarp yang primitif. Sebaliknya, jika Capparaceae hanya menunjukkan kecenderungan ke arah zigomorfi, maka dalam

SUKU-SUKU HIPOGIN APOCYNACEAE

SUKU-SUKU HIPOGIN Apocynaceae, Suku Apocynaceae mewakili beberapa suku yang bunganya cocok dengan pola dasar tetrasiklik seperti tersebut di atas. Walaupun begitu, sifat apokarpinya cende-rung untuk tetap ada pada suku ini, sebab daun buahnya jarang yang benar-benar bersatu. Pertelaan Suku Pohon, perdu, liana berkayu, bergetah putih. Daun biasanya berhadapan atau berpusar, jarang berseling, tunggal, berurat menjari, pinggirnya
Page 15 of 439:« First « 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 » Last »