Advertisement

Nukleotida dan Rantai Nukleotida, Seperti protein yang terbentuk dari pertautan beratus-ratus bahkan beribu-ribu asam amino menjadi sebuah rantai polipeptida, demikian pula DNA dan RNA tersusun atas sejumlah, yang bahkan lebih besar lagi (puluhan atau ratusan ribu), nukleotida yang bergabung menjadi sebuah rantai polinukleotida. Kemudian seperti halnya sebuah rantai polipeptida yang terdiri atas rangka dasar satuan peptida yang berulang-ulang dengan tonjolan rantai samping, maka sebuah rantai polinukleotida pun tersusun atas sebuah rangka dasar satuan gula-fosfat yang berulang-ulang dengan tonjolan basa ber-N sebagai rantai samping residu gula. Dalam RNA, komponen gula dari rantainya tersusun atas ribosa, dan dalam DNA tersusun atas 2-deoksiribosa (yaitu ribosa yang atom O-nya pindah dari posisi C-2). Kedua macam gula ini berada dalam bentuk furanosa (cincin beranggota 5): Dalam RNA dan DNA nukleotida terbentuk dengan cara menempelkan segugus fosfat pada C-3 dan sebuah basa ber-N pada C-1 dari gula itu. J adi sebuah ribonukleotida (yaitu suatu satuan kecil RNA). Setelah banyak nukleotida saling bergabung membentuk sebuah rantai polinukleotida, fosfat pada C-3 dari suatu nukleotida bergabung dengan gugus —OH dari C-5 nukleotida lain, sehingga rangka dasar rantai itu terdiri atas gugus gula berselang-seling dengan gugus fosfat. Dengan mengambil cara praktis yaitu mengganti gugus fosfat dengan CD, maka sebuah rantai polinukleotida RNA. Pola utama suatu rantai polideoksiribonukleotida (yaitu DNA) sama dengan pola rumus tadi, kecuali bahwa pada C-2 cincin gula ada sebuah atom H sebagai ganti gugus —OH. Walaupun begitu masih terdapat perbedaan sifat kimia antara RNA dan DNA, yaitu sehubungan dengan macam basa pembentuk rantai sampingnya. Semua basa ini berisi nitrogen dan merupakan turunan dari dua senyawa heterosiklik, yaitu pirimidin dan purin (  15.1). Pirimidin memiliki cincin beranggota enam yang mengandung nitrogen pada kedudukan 1 dan 3. Purin memiliki molekul lebih besar dengan dua cincin, yang satu pirimidin dan yang lain sebuah cincin beranggota lima dengan atom nitrogen pada kedudukan 7 dan 9. Ada lima macam basa (  15.1) yang terdapat dalam RNA dan DNA, tiga di antaranya adalah sitosin (S), urasil (U) dan timin (T), adalah pengganti pirimidin (yaitu pirimidin yang atom-atom atau gugus lainnya terikat pada rantai) dan dua macam lain yaitu adenin (A) dan guanin (G) yang merupakan pengganti purin. J ika membentuk sebagian nukleotida. basa-basa ini selalu terikat pada C-1 dari gula melalui atom nitrogen. Pada turunan pirimidin pertautan ini terjadi melalui atom N pada kedudukan 3, sedangkan pada turunan purin melalui atom N pada kedudukan 9.

Bila molekul RNA dan DNA dipecah oleh hidrolisis menjadi bagian-bagian penyusun kerangka dasarnya, ternyata bahwa masing-masing menghasilkan suatu campuran yang hanya terdiri atas empat dari lima basa yang mungkin hadir. Keduanya akan menghasilkan kedua pengganti purin, yaitu adenin dan guanin dan pengganti pirimidin yaitu sitosin, akan tetapi basa keempat dalam RNA adalah urasil, sedangkan dalam DNA adalah timin. J adi keempat basa yang terkandung dalam RNA dan DNA adalah sebagai berikut:

Advertisement

RNA       DNA

Purin     Adenin Adenin

Guanin Guanin

Pirimidin              Sitosin   Sitosin

Urasil     Timin

Seperti telah disebutkan, sebuah rantai polinukleotida dari RNA dan DNA terdiri atas puluhan atau ratusan ribu nukleotida. Walaupun hanya ada satu macam basa dalam nukleotida dan hanya empat macam basa pada tiap rantai, kemungkinan tersusunnya basa-basa ini sepanjang rantai yang panjang itu tak terhitung jumlahnya. Variasi pada urutan basa sepanjang rangka dasar sebuah rantai polinukleotida inilah yang menyebabkan perbedaan-perbedaan individual molektil-molekul RNA dan DNA. Karena struktur molekul-molekul ini langsung berhubungan dengan fungsi masing-masing dalam pembentukan protein dan sifat kebakaannya, maka uraian yang lebih lanjut mengenai asam nukleat ini akan ditangguhkan sampai Bab 39, karena fakta biokimia yang diuraikan pada bab itu akan cocok untuk memberi pengertian biologi asam ini.

 

Advertisement