Advertisement

Netralisasi yang Diakibatkan oleh Alternasi, Apabila orang tidak tenggelam dalam analisis ciri penting yang ruwet, pada umumnya orang menyadari peristiwa netralisasi melalui pengamatan perubahan yang dialami oleh kata-kata selama terjadi­nya fleksi. Misalnya kata reperer ‘menandai’, dalam bentuk infinitif vokal [e] yang ditempatkan di antara [-p-] dan [-r-] bertamber sama dengan re; sedangkan di dalam it repere ‘ia menandai’, vokal [E] dalam posisi ini bertamber seperti gres ‘sejenis batuan’. Itulah pula yang ditunjukkan oleh tanda aksen tirus dan rendah, yang dalam ka­sus khusus ini dapat dipercaya. Jadi, terjadi alternasi, namun alternasi yang ditentukan oleh lingkungan fonis dan tidak tergantung dari pilihan penutur: orang Paris menengah akan sulit melafalkan é dari re di dalam it repere, dan e adalah satu-satunya lafal yang wajar bagi­nya di dalam suku kedua dari reperer. Alternasi itu, yang tergantung dari lingkungan fonis mutakhir dan yang mencerminkan perilaku fonologis yang khas bahasa Perancis mutakhir, tidak mungkin di­taruh pada tataran yang sama dengan lafal eu dan ou di dalam its peuvent ‘mereka dapat’, nous pouvons ‘kami dapat’, yang mencermin­kan perbedaan yang persyaratan fonisnya tak ada lagi sejak lebih dari seribu tahun: tidak ada di dalam fonologi Perancis mutakhir yang mungkin beroposisi dengan bentuk-bentuk seperti *ils pouvent atau *nous peuvons yang bersajak dengan elles couvent ‘mereka menge­rami’ dan nous abreuvons ‘kami minum’.

Advertisement
Advertisement