Advertisement

Netralisasi dan Arkifonem, Sangat sering terjadi bahwa daftar yang diperoleh bagi dua kon­teks yang berbeda tidak mengandung jumlah satuan distingtif yang sama. Mungkin saja dalam hal ini satuan dari daftar yang satu tidak memperoleh padanan di dalam daftar yang lain sehingga tidak ter­masuk di dalam proporsi sistem yang mana pun. Situasi itu terdapat dalam bahasa Kreol Perancis di mana satu-satunya satuan yang di­rumuskan sebagai uvular terdapat di awal sebuah kata seperti riche ‘kaya’, namun tidak terdapat di akhir kata atau di akhir suku kata (pour ‘untuk’ atau perdu ‘hilang’ “yang dilafalkan tanpa r”). Dalam hal ini dikatakan bahwa fonem yang bersangkutan tidak memiliki dis­tribusi yang lengkap. Situasinya akan berbeda jika satuan yang ber­sangkutan berada dalam hubungan proporsional. Misalnya, konso­nan bahasa Rusia: daftar di dalam posisi di depan vokal, mengandung (pada umumnya dalam dua bentuk yang berbeda: terpalatalisasi dan tidak terpalatalisasi) suatu satuan yang ditandai sebagai (1) bilabial, (2) bukan sengau, (3) tak bersuara, yang lain sebagai (1) bilabial, (2) bukan sengau, (3) bersuara, sedangkan yang-ketiga sebagai (1) api­ko-dental, (2) bukan sengau, (3) bersuara, dst., jadi membentuk sebuah sistem yang proporsional. Pada posisi akhir, daftar dikurangi menjadi satu satuan (1) bilabial dan (2) bukan sengau dan satu satuan (1) apiko-dental dan (2) bukan sengau, atau suatu sistem di mana tidak dibedakan lagi /p/ dan /b/, /t/ dan /d/. Secara fisik, di posisi akhir yang mutlak hanya dikenal bunyi [p] dan [t] yang tak bersuara; namun ciri tak bersuara itu tidak penting karena otomatis ditentukan oleh konteks dan tidak merupa­kan pilihan penutur. Jadi, jika di depan vokal harus dibedakan oklusif dari frikatif, antara fonem tak bersuara dan fonem bersuara, namun di akhir kata hal itu tidak perlu, baik di depan oklusif maupun frika­tif, di mana kehadiran atau ketiadaan getaran pita suara ditetapkan

yang mencakup kedua satuan itu pada posisi pra-vokal dan yang dise­but arkifonem. Jika fonem ditetapkan sebagai penjumlahan ciri pen­ting, maka arkifonem merupakan himpunan ciri penting, yang sama bagi dua atau lebih fonem yang hanya satu-satunya yang menampil­kan ciri-ciri itu. Di dalam hal di mana arkifonem terealisasi, dikata­kan terjadi netralisasi. Dalam bahasa Rusia, oposisi /p/ — /b/, /t/ — /d/, dsb., dan untuk menggeneralisasi, oposisi kebersuaraan dan ketiadaan suara ternetralisasi di akhir kata dan di depan oklusif atau frikatif. Demikian pula halnya dalam bahasa Indonesia di mana babad dan babat dilafalkan secara sama, dan dalam banyak bahasa yang lain, namun di dalam bahasa Perancis dan dalam bahasa Ing­gris, rate /rat/ dan rade /rad/, cat dan cad sangat berbeda.

Advertisement

Netralisasi dapat terjadi pada lebih dari dua fonem: dalam ba­hasa Spanyol, ketiga fonem sengau yang terdapat di awal suku kata, misalnya dalam cama, cana, cana, oposisinya ternetralisasi jika ber­ada di akhir suku kata, di mana pilihan antara bunyi [m], [n], [n] dan ditentukan oleh konteks dan bukan pilihan penutur. Misalnya, kata razon, di depan jeda segmen akhirnya direalisasi sebagai [n], atau kadang-kadang sebagai [n] tanpa penutur menyadari bedanya. Di akhir kata gran, kita dapati [m] dalam gran poeta, [n] dalam gran torero, [n] dalam Gran Chaco, [J] dalam gran capitan. Dari contoh itu tampak pula bahwa asimilasi terjadi di antara jeda nyata.

Incoming search terms:

  • netralisasi dan arkifonem

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • netralisasi dan arkifonem