Advertisement

Mudahnya Terjadi Kerancuan karena Amalgam dan Kesesuaian, Dalam kenyataan, banyak peristiwa yang menambah kabur per­bedaan yang mendasar antara monem fungsional dan modalitas. Per­tama, fakta bahwa secara bentuk keduanya didekatkan di dalam sin­tagma otonom, akibatnya lama -kelamaan kedua unsur itu cenderung menumpangtindihkan dan mengamalgamkan penandanya. Di cam­ping itu, mungkin pula keduanya berpartisipasi dalam gejala kese­suaian: penanda tak sinambung, yang merupakan akibat dari kese­suaian, terdapat dalam kelompok monem fungsional maupun dalam kelompok modalitas. Hal itu terbukti dalam suatu bahasa seperti ba­hasa Latin, di mana penanda-penandanya sangat mudah beramal­gam: dalam prudentibus hominibus, monem. fungsional “datif’ dan modalitas “jamak” memiliki penanda tunggal yang merupakan varian tak sinambung …ibus…ibus. Di dalam pueri ludunt, monem fungsi­onal “nominatif’ hanya diungkapkan dalam namun modalitas “jamak” ditandai berturut-turut oleh dan -nt. Dalam bahasa Pe­rancis, seperti yang telah kita lihat (4.5.), modalitas “jamak” ditandai sebanyak tiga kali dalam kalimat les animaux paissent ‘binatang-bi­natang makan’, dan monem fungsionalnya hampir selalu terpisah­kan, artinya penandanya tidak terikat bersenyawa dengan unsur lain dalam kalimat, seperti halnya -Thus yang terikat pada prudent- dan homin- dalam prudentibus hominibus. Meskipun demikian, dalam bahasa Perancis terdapat penanda tak sinambung dalam a mon pere et a mere ‘kepada ayah dan ibuku’ jika dibandingkan dengan kalimat Inggris to my father and mother dan dengan sintagma avec mon pere et ma mere ‘dengan ayah dan ibuku’. Hal itu terjadi karena secara fonis monem fungsional avec ‘dengan’ terasa lebih berat daripada sehingga tidak diulangi.

Contoh-contoh di atas dapat membuat orang mengira bahwa se­andainya, dalam kasus modalitas, bidang kesesuaian cukup luas, se­perti halnya monem fungsional, kesesuaian hanya terdapat di dalam sintagma otonom: jadi yang dicatat sebagai datif hanyalah apa yang disebut pelengkap atributif dan adjektiva yang menerangkannya. Itu berarti membatasi secara salah jumlah kemungkinan bahasanya: dalam bahasa Baska gizonari eman-diot ‘saya telah memberikannya pada lelaki itu’, monem yang berfungsi “datif’ tidak hanya diparkahi oleh -z’ dari pelengkap tujuangz:zonari, melainkan juga di dalam verba oleh -io dari eman-diot yang mengkombinasikan ungkapan “datif ‘ dan “orang ketiga tunggal”.

Advertisement

Advertisement