Advertisement

Monem yang Sama dalam Kelas yang Berbeda, Hierarki monem yang telah dibahas sampai di sini (4.8. sampai 4.29.) didasari oleh kadar otonomi sintaktis dari segmen bermakna yang ditelaah di dalam konteks tertentu. Segmen tertentu di dalam konteks tertentu merupakan monem atau sintagma otonom; sedang­kan di dalam konteks yang lain mungkin saja menjadi monem atau sintagma bukan otonom: hari Minggu merupakan sintagma otonom di dalam hari Minggu anak-anak libur, tetapi tidak otonom di dalam hari Minggu berlalu dengan cepat. Mungkin saja kita mengatakan bahwa dalam bahasa Indonesia untuk adalah monem fungsional, artinya monem itu memang berperan begitu di dalam konteks yang ditemui. Namun, benar pula bahwa dalam konteks lain untuk mem­punyai peran predikatif, misalnya kue ini untuk adik. Di dalam baha­sa Perancis, pour ‘untuk’ hanya mungkin menjadi monem fungsional. Inilah yang merupakan kekhasan setiap bahasa, artinya klasifikasi monem-monem yang dimilikinya tidak mungkin sama di dalam baha­sa yang satu dengan bahasa yang lain.

Advertisement
Advertisement