MODAL USAHA DAN INTEGRASI VERTIKAL

22 views

VENTURE CAPITAL / MODAL USAHA adalah setiap MODAL SAHAM (SHARE CAPTIAL) atau PINJAMAN (LOANS) yang ditetapkan pada suatu perusahaan oleh ahli keuangan (contoh, modal usaha bank komersial dan perusahaan asuransi), sehingga memungkinkan pemsahaan tersebut melakukan investasi dalam aktivi¬as dan produk, karena masih merupakan hal yang baru maka perusahaan itu dianggap merupakan proyek yang mempunyai risiko tinggi, sehingga biasanya tidak akan menarik pembiayaan konvensional.
Lihat JUNK BOND, THREE i’s.

VERTICAL INTEGRATION / INTEGRASI VERTIKAL adalah suatu elemen dari STRUKTUR PASAR (MARKET STRUCTURE) di mana sebuah pemsahaan melakukan sejumlah tahap yang bemmtan dalam penawaran sebuah produk, sebagai kebalikan dari pelaksanaan yang hanya pada satu tahap saja (INTEGRASI HORIZONTAL (HORIZONTAL INTEGRATION), INTEGRASI KE BELAKANG (BACKWARD INTEGRATION) terjadi ketika sebuah pemsahaan mulai memproduksi bahan-bahan mentah yang sebelumnya disediakan oleh pemsahaan lain (contoh, suatu produsen kamera membuat lensa); INTEGRASI KE DEPAN (FORWARD INTEGRATION) terjadi ketika sebuah perusahaan melakukan penyelesaian lebih lanjut dari suatu produk, perakitan akhir atau distribusi (contoh, suatu pemsahaan minyak menjual bensin melalui pompa bensinnya sendiri).
Dari sudut pandang perusahaan, integrasi vertikal memberi manfaat karena integrasi memungkinkan perusahaan yang bersangkutan untuk mengurangi biaya produksi dan distribusinya dengan cara mengintegrasikan kegiatan-kegiatan yang berurutan, atau karena integrasi adalah penting untuk menjamin penyediaan masukan dan saluran-saluran distribusi yang dapat dipercaya untuk dapat mempertahankan daya saing.
Dampak integrasi vertikal yang lebih luas pada pelaksanaan proses pasar, pada satu sisi, dapat meningkatkan efisiensi yang lebih besar dalam penggunaan sumber daya, atau pada sisi lain, dengan membatasi persaingan akan mengakibatkan pengalokasian sumber daya yang kurang efisien.
Berbagai keuntungan efisiensi dapat diperoleh melalui integrasi vertikal. Hal ini meliputi penghematan teknologi dari penggabungan bersama proses-proses produksi yang berurutan, misalnya penghematan dalam biaya pemanasan ulang dengan menggabungkan operasi tungku pembakaran baja. Penghematan penyimpanan persediaan juga dapat timbul dari pengurangan persediaan minimum. Perusahaan-perusahaan yang melakukan integrasi vertikal dapat menghilangkan sebagian biaya pembelian dan penjualan dalam perundingan kontrak-kontrak periklanan/pen- jualan dengan cara menangani transaksi-transaksi ini secara internal di dalam perusahaan {lihat INTERNALIZATION). Penghematan manajerial dapat diperoleh dengan mempunyai suatu sistem administratif tunggal untuk menangani beberapa kegiatan produksi, serta penghematan keuangan dapat diciptakan melalui potongan-potongan yang lebih besar dengan pembelian dalam jumlah besar, dan dengan menurunkan biaya peningkatan modal. Karena perusahaan-perusahaan mendapat keuntungan efisiensi seperti disebutkan di atas melalui integrasi vertikal, maka biaya rata-rata perusahaan tersebut cenderung akan menurun sehingga mendorong suatu harga pasar yang rendah dan peningkatan dalam output.
Apabila suatu perusahaan telah menguasai satu atau lebih tahapan vertikal, maka integrasi vertikal dapat membawa pada berbagai dampak anti persaingan. Integrasi ke depan dapat menjamin suatu pasar tetapi juga dapat menutup pasar tersebut terhadap para pesaing, dengan hal yang sama, integrasi ke belakang dapat menjamin sumber-sumber penawaran, tetapi juga dapat digunakan untuk mencegah pesaing-pesaing mem-peroleh jalan masuk ke sumber-sumber tersebut. Jika suatu perusahaan mengakuisisi pemasok dari suatu bahan mentah yang langka yang digunakan baik oleh dirinya sendiri maupun oleh pesaing-pesaingnya, maka perusahaan tersebut mungkin akan melakukan suatu penekanan harga (PRICE SQUEEZE) , yaitu menekan perolehan laba pesaing-pesaingnya dengan cara menaikkan biaya-biaya mereka melalui biaya harga bahan mentah yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga p n g dibebankan pada produk akhir yang relatif rendah. Taktik yang demikian berguna tidak saja hanya untuk menertibkan pesaing-pesaing yang ada, tetapi juga bertindak sebagai suatu HAMBATAN UNTUK MASUK (BARRJTR TO ENTRY) bagi pesaing-pesaing baru yang potensial. Dengan ditutupnya jalan masuk ke pasar atau jalan masuk yang ditawarkan hanya pada hal-hal yang tidak menguntungkan, maka pesaing-pesaing potensial akan berusaha membentuk tingkat integrasi yang sama seperti perusahaan-perusahaan yang ada, dan untuk itu dibutuhkan modal yang besar.
Oleh karena itu, integrasi vertikal dapat menghasilkan, secara bersamaan, dampak yang menguntungkan ataupun dampak yang merugikan. Di bawah KEBIJAKAN PERSAINGAN (COMPETITION POLICY) Kerajaan Inggris, integrasi vertikal oleh suatu perusahaan monopoli yang sudah mapan, atau suatu PENGGABUNGAN (MERGER) antara dua perusahaan yang berhubungan secara vertikal (atau suatu PENGAMBILALIHAN (TAKI: OVER) dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain) yang melibatkan aktiva yang bernilai lebih dari £30 juta, dapat menunjuk KOMISI PENGGABUNGAN DAN MONOPOLI (MONOPOLIES AND MERGERS COMMISSION) untuk menetapkan apakah operasi perusahaan-perusahaan tersebut bertentangan dengan kepentingan umum atau tidak.
Lihat juga TRANSFER PRICE, OFFICE OF FAIR TRADING, FORECLOSURE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *