Advertisement

Merencanakan Micro Teaching (Kegiatan Micro Teaching), Sesuai dengan prosedur kegiatan Micro teaching, maka disusun suatu contoh pembuatan rencana kegiatan Micro teaching.

 

Advertisement

1). Sasaran latihan: Class Management

Langkah 1. Diskusi dan analisa: mengenai macarn-ma-cam class management seperti: demokratis, otokratis, laissez faire.

Langkah 2. Model sebagai contoh penampilan: Menje-laskan atau memperbaiki class management yang demokratis, antara lain:

 

 

—           Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyatakan pendapatnya.

—           Memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif, inisiatif dan kreatif.

—           Memberi kebebasan siswa secara terpimp in.

–              Guru mendengarkan pendapat siswa.

—           Membuat perencanaan bersama antara guru dan murid.

—           Memperlihatkan suasana kerjasama antara guru dengan guru, dan antara guru dengan murid.

Itulah ketrampilan khusus yang ditekankan pada penampilan model class management yang demokratis.

Langkah 3. Tugas untuk Micro teaching dan penyusun-an persiapan mengajar.

Tugas: Diskusikanlah tentang obyek pen-didikan di DKI Jaya yang akan ditinjau, dengan menekankan pada penampilan class managemer# yang demokratis dalam pelaksanaan Mic-ro teaching tersebut. Buat persiapan. Waktu 10 menit.

Langkah 4. Praktek Micro teaching.

Seorang calon melaksanakan praktek Micro teaching sesuai dengan tugas dan persiapannya. Dosen pembimbing, calon guru, guru pamong (kalau di sekolah latihan), melakukan observasi, pencatatan dan penilaian.

Langkah 5. Feed-back:

Mendiskusikan hasil observasi, pencatatan penilaian, kritik dari pelaksanaan praktek Micro teaching. Bila menggunakan alat perekam, maka rekaman diputar kembali.

Langkah 6. Mengubah/memperbaiki persiapan mengajar, sesuai dengan hasil feed-back.

Langkah 7. Praktek Micro teaching Ulang. Langkah 8. Feed-back lagi.

Demikian kalau perlu diadakan praktek Micro teaching ulang lagi, sampai berhasil baik.

 

2). Sasaran Latihan: Berbicara Dalam Kelas.

Langkah 1. Diskusi dan analisa.

Berbicara dengan baik.

Langkah 2. Model sebagai contoh. Memperhatikan/penekanan pada penampilan

ketrampilan:

–              Berbicara yang jelas

—           Kalimat yang jelas

—           Nada yang bervariasi

—           Kata-kata yang sopan

—           Dapat didengar seluruh kelas

—           Disertai mimik dan panto mimik.

—           Hidup (segar tidak membosankan dan lain-lain).

Langkah 3. Tugas Micro teaching dan penyusunan per-siapan mengajar. “Berilah pelajaran berce-ritera tentang Raden Ajeng Kartini, waktu memperjuangkan pendidikan wanita di In-donesia (lihat, dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang) Pada siswa kelas I SPG, dalam waktu 10 menit. Penekanan penam-

pilan pada: tekanan suara, kesopanan ber-bicara dengan orang tua, kalimat yang jelas, serta mimiek dan panto mimiek.”

Langkah 4. Praktek Micro teaching.

Seorang calon melaksanakan praktek, sesu-ai dengan tugas dan persiapan. Dosen pem-bimbing, calon guru yang lain, guru pa-mong (kalau di sekolah latihan), melakukan observasi, pencatatan, dan penilaian.

Langkah 5. Feed-back.

Mendiskusikan hasil observasi, catatan, pe-nilaian dan kritik dari pelaksanaan Micro teaching. Bila menggunakan alat perekam, maka rekamanan diputar kembali.

Langkah 6. Mengubah/memperbaiki persiapan menga-jar. Sesuai dengan hasil feed-back.

Langkah 7. Praktek Micro teaching ulang. Langkah 8. Feed-back lagi.

Demikian, kalau diperlukan, diadakan praktek Micro teaching ulang lagi, sampai berhasil baik.

 

3). Sasaran latihan: Bertanya Kepada Murid.

Langkah 1. Diskusi dan analisa.

Guru menyusun pertanyaan dan cara berta-nya kepada murid.

Langkah 2. Model sebagai contoh.

Mengadakan appersepsi dengan memberi pertanyaan-pertanyaan kepada murid. De-ngan memperhatikan/penekanan pada pe-nampilan ketrampilan:

—           Pertanyaan akan merangsang anak untuk berpikir, tidak hanya berisi jawaban ya atau tidak saja.

—           Pertanyaan jelas dan singkat

—           Berisi suatu masalah yang jelas

—           Ditujukan ke seluruh kelas.

—           Cukup waktu untuk berpikir bagi anak — Jangan memberi giliran menurut deretan bengku dan lain•lain.

Langkah 3. Tugas untuk Micro teaching dan penyusunan persiapan.

Berilah pelajaran membaca dalam hati, de-ngan memberi pertanyaan-pertanyaan yang menggali. Pada siswa kelas I SPG waktu 10 menit.

Langkah 4. Praktek Micro teaching

Seorang calon melaksanakan praktek sesuai dengan tugas maupun , persiapan yang telah dibuat. Dosen pembimbing, calon guru yang lain, guru pamong (kalau di sekolah latihan), melakukan observasi, pencatatan, dan penilaian.

Langkah 5. Feed-beck

Menciiskusikan hasil observasi, catatan, pe-nilaian, kritik dari pelaksanaan praktek Micro teachlng. Apabila menggunakan alat perekam, maka rekaman diputar kembali.

Langkah 6. Mengubah/memperbaiki persiapan menga-jar. Sesuai dengan hasil feed-back.

Hal ini dilaksanakan memang perlu diada-kan perbaikan.

Langkah 7. Praktek Micro teaching ulang Langkah 8. Feed-back lagi           Demikian, kalau perlu diadakan praktek Micro teaching ulang lagi, sampai mengha-silkan penampilan yang diharapkan.

 

4). Sasaran latihan: Relasi Guru-Murid.

Langkah 1. Diskusi dan analisa. Peranan guru dalam belajar murid.

Langkah 2. Model sebagai contoh.

Cara memberi dorongan semangat belajar, dengan pujian, membantu untuk menyelesaikan tugas, kata-kata yang sugestif, menarik dalam cara mengajarnya, jangan memberi soal terlalu sulit, jangan mematikan semangat, bertindak adil, menghargai pendapat murid.

Langkah 3. Tugas Micro teaching dan penyusunan persiapan mengajar.

Berilah pelajaran bahasa Indonesia, tentang cara mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif. Pada siswa kelas IV SD. Waktu 10 menit. Anak-anak supaya membuat con-toh kalimat sendiri. Di antaranya ada yang membuat di papan tulis. Bagi anak yang sudah betul, berilah pujian, bagi anak yang belum betul jangan diejek, atau dimarahi. Semua supaya mencoba. Guru membantu anak yang belum dapat.

Langkah 4. Praktek Micro teaching

Seorang calon melaksanakan praktek sesuai dengan tugas maupun persiapan. Dosen pembimbing, calon guru yang lain, guru pamong (kalau di sekolah latihan), melaku-kan observasi, pencatatan, dan penilaian.

Langkah 5. Feed-back

Mendiskusikan apa yang telah di observasi, dicatat, dan dinilai dari pelaksanaan praktek Micro teaching. Apabila menggunakan alat perekam, maka rekaman diputar kembali.

Langkah 6. Mengubah/memperbaiki persiapan mengajar.

Sesuai dengan hasil feed-back Hal ini dilakukan apabila masih diperlukan

Langkah 7. Praktek Micro teaching ulang

Langkah 8. Feed-back lagi

Demikian langkah 4.6 seterusnya diulang, apabila diperlukan.

 

 

 

5). Sasaran latihan: Demonstrasi/cara mengajar/metode.mengajar.

Langkah 1 . Diskusi

Macam-macam cara meragakan

Langkah 2. Model sebagai contoh

Mendemonstrasikan mengajar dengan menggunakan metode ikaryawisata. Menga-jar bagian-bagian pohon pisang.

Langkah 3. Tugas untuk Micro teaching dan penyusunan persiapan mengajar.

Berilah pelajaran Ilmu Mendidik tentang “Anak yang bandel”, pada siswa kelas II SPG. Waktu 10 menit. Menggunakan metode Posiodrama.

Langkah 4. Praktek Micro teaching dan penyusunan persiapan mengajar.

Seorang calon guru melaksanakan praktek sesuai dengan tugas tersebut di atas. Dosen pembimbing, calon guru yang lain, guru pamong (kalau di sekolah latihan), melakukan observasi, pencatatan, dan penilaian.

 

 

6). Sasaran latihan: Evaluasi.

Langkah 1. Diskusi dan analisa

Jenis-jenis alat evaluasi

Langkah 2. Model sebagai contoh

Tentang: Kota Jakarta Ibu Kota Republik Indonesia. Setelah selesai pelajaran diada-kan evaluasi: Tunjukkan dimana letak kota Jakarta itu. Sebutkan siapa yang mendirikan kota itu. Tuliskan nama orang yang mendirikan Jakarta di papan tulis. Dan lain-lain.

Langkah 3. 7’ugas Micro teaching dan pembuatan per-siapan mengajar

Berilah pelajaran hitungan metrik yaitu ke-liling empat persegi panjang pada siswa Kelas III SD. Waktu 10 menit. Setelah sele-sai pelajaran guru memberi tugas:

Menghitung keliling sebuah benda menunjukkan keliling benda; ruangan menuliskan keliling sebuah benda.

Langkah 4 Praktek Micro teaching dan pembuatan persiapan mengajar

Seorang calon melaksanakan praktek sesuai dengan tugas. Dosen pembimbing, calon guru yang lain, guru pamong (kalau di se-kolah latihan), melakukan observasi, pen-catatan, penilaian.

Langkah 5. Feed-back

Mendiskusikan hasil observasi, pencatatan, kritik dan penilaian dari pelaksanaan prak-tek Micro teaching. Apabila menggunakan alat perekam, maka rekaman diputar kem-bali

Langkah 6. Mengubah/memperbaiki persiapan menga-jar

Sesuai dengan hasil feed-back

Langkah 7. Praktek Micro teaching ulang

Langkah 8. Feed-back lagi

Demikianlah, kalau diperlukan maka diada-kan praktek Micro teaching ulang lagi, sam-pai berhasil baik.

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi dalam Micro teaching. Dalam hal ini dibagi atas:

1).           Siapa yang menilai

2)            Apa yang dinilai

3).           Guna penilaian

4).           Contoh,’ form penilaian.

Sebelum dibicarakan 4 hal tersebut, akan diuraikan prinsip apakah yang digunakan dalam evaluasi kegiatan Micro teaching. Prinsip yang paling tepat kiranya adalah: didasarkan atas prinsip pengajaran yang berorientasi pada tujuan/hasil (output oriented), dimana penilaian didasarkan atas hasil yang dapat dicapai oleh mahasiswa yang melakukan praktek Micro teaching. Tepatlah bila menggunakan model program PPSI (prosedur Pengembangan . Sistem Instruksional), dalam membuat persiapan mengajar untuk Micro teaching (lihat lampiran 3).

(1) Siapa yang menilai

Dalam kegiatan latihan Micro teaching yang menilai adalah:

(1)          Dosen pembimbing/supervisor

(2)          Guru pamong (bila Micro teaching dilaksanakan di sekolah latihan).

(3)          Calon guru.

(2) Apa yang dinilai?

Yang dinilai adalah kemampuan menampilkan ketrampilan mengajar.

Misalnya: penampilan ketrampilan dalam mengantar pelajaran (induction), mengandung 4 ketrampilan yang ditampilkan. Keempat ketrampilan inilah yang dinilai. Empat ketrampilan tersebut ialah:

—           Ketrampilan menciptakan iklim/suasana belajar, yaitu menciptakan suasana tenang, aman dan menunjukkan perhatian kepada guru.

—           Ketrampilan menimbulkan perhatian terhadap bahan yang akan disajikan.

—           Ketrampilan menimbulkan pengertian tentang perlunya bahan itu diketahui/dipelajari agar murid lebih terdorong untuk aktif.

 

 

Ketrampilan menimbulkan bahan appersepf. Feed-Back

Di bawah ini akan kami uraikan:

1).           Maksud dari Feed-back

2).           Pelaksanaan Feed-back

3).           Guna Feed-back

 

1).           Maksud dari Feed-back:

Unsur feed-back dalam Micro teaching merupakan ciri penting, yang tidak terdapat dalam prosedur latihan mengajar yang tradisional. Dalam Micro teaching hasil pencatatan observasi oleh supervisor/pembimbing, guru pamong atau mahasiswa, dikumpulkan sebagai data untuk feed-back, yaitu untuk didiskusikan, dilihat/didengar kembali penampilan ketrampilan dalam Micro teaching tadi.

 

2).           Pelaksanaan Feed-back Feed-back dilaksanakan setelah praktek Micro teaching, dan setelah murid-murid yang dipinjam kembali ke kelasnya. Bila murid itu teman-teman sendiri, mereka diajak mengadakan feed-back. Dalam feed-back diadakan diskusi, kritik, dan evaluasi dari hasil observasi. Maka fungsi diskusi di sini sebagai feed-back. Dari mahasiswa yang melaksanakan praktek Micro teaching diperlukan sikap terbuka dan adanya motivasi untuk memperbaiki. Bila menggunakan alat pencatatan/perekam mekanis dapat rekaman diputar kembali, suara, gambarnya, kemudian dijadikan bahan diskusi dan kritik. Setelah feed-back, maka dibuat persiapan lagi mengenai ketrampilan yang sama, yang sudah diperbaiki dan kemudian praktek Micro teaching lagi.

 

 

3).           Guna Feed-back

Nyata sekali kiranya manfaat dari feed-back tersebut. Antara lain:

(1)          Mengaktifkan seluruh person yang tersangkut dalam Micro teaching.

(2)          Merupakan arena yang memberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat/kritik membangun dan mendiskusikan suatu masalah yang dihadapi bersama.

(3)          Kesempatan mengenali diri sendiri maupun orang lain, dengan menilai diri sendiri dan menilai orang lain. •

(4)          Mengetahui kelemahan sendiri dan mendorong un- tuk memperbaiki.

(5)          Mempunyai sikap terbuka terhadap orang lain.

(6)          Mengembangkan rasa percaya kepada diri sendiri.

(7)          Memupuk kerjasama

(8)          Merupakan usaha bersama untuk menyempurnakan ketrampilan guru.

(9)          Dapat dijadikan bahan penelitian/riset praktek kependidikan.

Advertisement