Advertisement

Yusuf adalah seorang nabi dan rasul Tu­han. Kisah hidupnya dapat dijumpai da­lam kitab Kejadian (kitab suci umat Yahu­di dan Kristen) dan dalam al-Quran (kitab suci umat Islam).

Dad informasi yang diberikan oleh kitab Kejadian, dapat disimpulkan bahwa ia adalah satu dari dua belas putra Nabi Ya`qub (yang bergelar Israil). Ayahnya ini mempunyai empat orang istri, yaitu: Ra­khel, Lea, Bilha, dan Zilpa. Dengan Lea, ayahnya memperoleh enam putra dan satu putri, yakni: Rubin,. Simeon, Lewi, Yehu­da, Isakhar, Zebulon, dan Dina. Dengan Bilha, ayahnya memperoleh dua putra: Dan dan Naftali; dengan Zilpa, ayahnya memperoleh dua putra: Gad dan Aser. Dengan Rakhel, istri paling awal dari ayah­nya tapi baru bisa.hamil paling belakangan pada usia sudah tua, dilahirkan ia (Yusuf) dan Benyamin. Dengan demikian Yusuf dan saudaranya beijumlah 12 orang putra dan satu putri. Ibu kandung Yusuf, yakni Rakhel, adalah paling cantik dan menarik dan semua istri Yequb, dan dapat dimak­lumi bahwa wajah dan postur tubuh Yusuf paling menarik dan tampan dan semua anak-anak Yequb. Yusuf dan semua ka­kak-kakaknya dilahirkan di Harran (Siria Utara), sedang adiknya, Benyamin, dilahir­kan di Kan’an (Israel sekarang) dalam per­jalanan keluarga Ya`qub dari Betel menuju Hebron. Rakhel wafat setelah melahirkan Benyamin itu.

Advertisement

Diperkirakan bahwa Yusuf hidup pada abad ke-17/16 SM. Kisah hidupnya ber­awal dan kecemburuan kakak-kakaknya kepada dirinya, dengan menuduh ayah mereka terlalu sayang kepadanya, berlan­jut dengan pembuangan dirinya (oleh ka­kak-kakaknya) ke sebuah sumur, dijumpai dan dibawa ke Mesir oleh suatu rombong­an pedagang, dijual, bekerja di rumah pembelinya, difitnah, dipenjara, berhasil menakwilkan mimpi teman sepenjara dan kemudian mimpi Fir`aun, dan akhirnya menjadi kepercayaan Fir`aun untuk me­ngatur perekonomian dan kehidupan rak­yat Mesir.

Kisah hidup Yusuf disebut oleh al-Qur­an sebagai kisah yang paling indah (baik); al-Quran menyajikannya dalam suratnya yang ke-12 (dinamakan surat Yusuf) agar menjadi pertanda-pertanda bagi orang­orang yang bertanya (mencari kebenaran). Menurut al-Quran, sebelum Yusuf yang masih kanak-kanak dibuang oleh kakak­kakaknya yang memendam rasa iri kepada­nya, ia mengalami mimpi: sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ayahnya (Yequb), yang diberitahu ten-tang mimpi itu, menasihatkannya agar ia tidak memberitahukan mimpinya itu ke­pada kakak-kakaknya. Setelah dibuang (dimasukkan) ke dalam sebuah sumur, ia secara kebetulan dilihat oleh kafilah da­gang yang bermaksud menyauk air sumur dengan embernya. Ia dibawa ke Mesir oleh kafilah dan dijual dengan harga yang mu-rah kepada seorang pembesar negeri itu. Sementara itu ayahnya tetap berlinang air mata dengan nasib yang menimpanya dan tidak percaya pada keterangan-keterangan yang dibuat-buat oleh kakak-kakaknya. Setelah ia menjadi remaja dewasa di ru­mah pembesar itu, istri pembesar tersebut tergoda untuk berbuat mesum. Ia tidak mau memenuhi ajakan wanita itu dan se­gera lari dari kamarnya, tapi ia yang se­dang dikejar oleh wanita itu kepergok di pintu dengan suami wanita tersebut. Ken­dati ia difitnah oleh wanita tadi, bajunya yang robek di punggung menjadi bukti bahwa ia bukan bermaksud menggagahi, tapi sebaliknya hendak lari dari ajakan buruk wanita itu. Sudahlah jelas bahwa Yusuf sedikitpun tidak bersalah, namun ia dimasukkan juga ke penjara, demi menye­lubungi kesalahan istri pembesar. Di da­lam penjara ia beriumpa dengan dua pe­gawai istana Fir`aun, yang juga dipenjara­kan. Dua pegawai tadi bermimpi dan Yu­suf diminta untuk mentakwilkannya. Masing-masing mimpi itu ditakwilkannya dan memang terjadi keadaan persis seperti yang dikatakannya: pegawai yang satu di­kembalikan kepada jabatannya semula, se­dang yang satu lagi dihukum bunuh.

Setelah berlalu masa beberapa tahun, Raja Mesir bermimpi pula: tujuh sapi beti­na yang gemuk dimakan oleh tujuh sapi betina yang kurus, dan tujuh tangkai yang hijau disertai oleh tujuh tangkai yang kering. Setelah tidak seorang pun di istana yang mampu menakwilkan mimpi itu, barulah teringat pegawai tadi pada Yusuf yang berada di penjara. Fir`aun diberitahu tentang keahlian Yusuf mentakwil mimpi. Yusuf dipanggil ke istana dan menjelaskan anti mimpi tersebut: hasil pertanian tujuh tahun yang baik hams dihemat dan disim­pan demi menghadapi tujuh tahun berilcut­nya yang paceklik; setelah itu Baru datang tahun turunnya hujan, sehingga orang bisa memeras buah anggur.

Singkatnya kisah, Raja memberi kedu­dukan yang tinggi dalam kerajaannya ke­pada Yusuf, dengan tugas mengatur penyimpanan hasil pertanian dan penggu­naannya di musim paceklik. Keadaan ne­geri Mesir adalah seperti yang dikatakan Yusuf.

 

 

Advertisement