Advertisement

Yunus adalah seorang nabi yang diutus Allah ke negeri Nunawa (Ninive) suatu kota tua dekat negeri Musal. Dahulu Nu­nawa pernah menjadi ibu kota negeri Assyria. Penduduk Nunawa ketika Yunus diutus berada pada tingkat keingkaran yang sangat keras kepada Allah. Karena tarap keingkaran tersebut, seruan Yunus mengajak kepada kebenaran dari Allah, sama sekali tidak mereka hiraukan. Akhir­nya, Yunus sebagai manusia, bukan saja sangat kecewa terhadap kaumnya melain-

kan juga telah sampai kepada tingkat pu­tus asa.

Advertisement

Karena keputusasaannya, Yunus ber­usaha meninggalkan kaumnya dalam ke­tidakpastian tujuan. Sampai di pinggir pantai, ia segera menumpangkan diri ke dalam perahu sarat muatan yang siap be­rangkat. Rupanya, keturutsertaan Yunus membuat perahu tersebut sungguh-sung­guh kelebihan muatan yang dapat meng­ancam keselamatan pelayaran. Untuk me­nentukan siapa di antara penumpang yang hams dikeluarkan, akhirnya diadakan undian. Ternyata, undian jatuh menimpa Yunus. Akhirnya, ia hams menanggung nasib buruk, dikeluarkan ke laut. Derita beruntun kian memburunya, kemudian ia ditelan ikan besar. Agaknya, semua ini merupakan ujian Tuhan atas ketidaksabar­annya menghadapi kaumnya. Sekiranya saja ia tidak banyak mengingat Allah da­lam penderitaan tersebut, demikian kata al-Quran, niscaya ia tidak akan dikeluar­kan Allah dari perut ikan.

Setelah ia terbebas dari penderitaan ter­sebut. ia kembali diutus Allah ke suatu kaum yang akhirnya mereka beriman.. Di sini tidak dijelaskan, apakah Yunus kem­bali kepada kaumnya semula atau diutus kepada kaum yang lain.

Advertisement