MENGENAL TUHAN

adsense-fallback

Berdasarkan argumentasi teleologis – bila dilihat berdasarkan keteraturan teleologis yang ditunjukkan dunia – adalah Seorang Perancang berakal budi yang menghasilkan dunia dan mengatasi segalanya. Argumentasi teleologis tentang Tuhan merupakan salah satu argumentasi klasik yang didukung oleh argumentasi ontologis dan kosmologis.

adsense-fallback

Berbeda dengan argumentasi ontologis – termasuk argumentasi gerak dan perubahan, argumentasi ketergantungan dunia, argumentasi sebab akibat yang langsung berbicara tentang benda pada diri sendiri – argumentasi ini lebih berbicara tentang ordo atau ke- t raturan dunia yang didasarkan pada tujuan tertentu. Secara umum, argumentasi teleologis menegaskan segi tujuan atau maksud suatu struktur atau proses. Jika dikatakan bahwa sejumlah unsur-unsur teratur dalam keseluruhan, hal itu berarti bahwa unsur-unsur tersebut berhubungan sedemikian rupa sehingga membentuk suatu struktur dan proses yang terarah pada tujuan atau maksud tertentu.

Ada dua bentuk argumentasi teleologis tentang Tuhan. Pertama, argumentasi bagian-bagian partikular sebuah rancangan; kedua, argumentasi dari universum sebagai keseluruhan. Bentuk argumentasi pertama, yang dikemukakan oleh W. Paley, berbunyi: bagian-bagian dari keseluruhan dapat dijelaskan dengan mengandaikan bahwa bagian-bagian itu dihasilkan oleh suatu wujud yang berakal budi. Mata manusia yang terdiri atas bagian-bagian yang bekerja sama dengan cara sangat kompleks dapat menghasilkan penglihatan. Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa mata manusia diciptakan oleh Seorang Perancang yang berakal budi. Bentuk pertama ini lebih sederhana daripada bentuk kedua.

Bentuk argumentasi yang bertolak dari universum sebagai keseluruhan dapat dirumuskan: pertama, dunia merupakan sistem yang teratur; kedua, kita dapat memberikan suatu penjelasan yang masuk akal tentang fakta ini dengan mengandaikan bahwa dunia diciptakan oleh Seorang Perancang yang pandai dengan rencana-rencana tertentu; ketiga, karena itu, masuk akal kalau kita mengandaikan bahwa dunia diciptakan oleh Seorang Perancang yang pandai dalam mengatasi dunia.

Rumusan argumentasi kedua paling terkenal berasal dari D. Hume dalam bukunya Dialogues. Argumentasi Hume dapat dirumuskan dengan menyusun prinsip-prinsip pemikiran: pertama, dunia seperti mesin; kedua, mesin dibuat manusia dengan rencana tertentu; ketiga, sebagaimana hasilnya, begitu pula sebab-sebabnya; keempat, maka, dunia didasarkan pada Suatu Wujud yang serupa dengan manusia yang bekerja menurut rencana-rencana tertentu.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback