MENGENAL TU FU (712-770)

adsense-fallback

Adalah penyair Cina pada jaman Dinasti Tang (618-907). Jaman tersebut adalah jaman keemasan seni dan kesusastraan Cina. Bersama Li Tai Po, Tu Fu adalah penyair terbesar Cina sepanjang masa. Ia menulis sekitar 1.400 sajak, sebagian terbesar di antaranya telah lenyap ditelan jaman. Tema sajaknya kebanyakan patriotik dengan penggambaran alam Cina yang romantik. Sajak-sajaknya ditulis dengan teknik puisi yang tinggi dan mencerminkan cara berpikir dan keadaan pada jamannya. Sajak-sajaknya menjadi model persajakan Cina pada jaman-jaman sesudahnya.

adsense-fallback

Tu Fu agak muram dalam memandang negara dan bangsanya. Mungkin hal ini disebabkan latar belakang riwayat hidupnya yang dipenuhi pergolakan perang, perebutan kekuasaan, dan ditemuinya berbagai kegagalan dalam perjalanan hidup. Pengalaman hidup yang diwarnai oleh pengembaraan, peperangan, bencana banjir, kelaparan, perampokan, dan kematian anak telah menempa dirinya menjadi seorang yang peka terhadap penderitaan bangsanya.

Sejak muda ia menjelajahi berbagai negara di Cina sehingga mengenal dengan dekat alam negaranya sebagaimana tercermin dalam sajak-sajaknya. Ia adalah penyair antiperang seperti terlihat dalam ketiga sajaknya yang terkenal, Pembesar Hsin-an, Pembesar Tungkuan, dan Pembesar Shih-hao, yang di kalangan masyarakat Cina dikenal sebagai sajak Tiga Pembesar. Tu Fu menjadikan ajaran-ajaran Konfusius sebagai dasar puisinya.

Meskipun nama penyair ini cukup dikenal di lingkungan pencinta sastra di tanah air, belum ada kumpulan sajaknya yang khusus diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Beberapa sajaknya pernah diterjemahkan dalam kumpulan sajak para penyair Cina klasik.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback