MENGENAL TRISNOJUWONO

adsense-fallback

Pengarang novel dan cerita pendek kelahiran Yogyakarta yang banyak dikenal pada tahun 1950-an dan 1960-an. Sejak muda ia terlibat dalam revolusi kemerdekaan dan selanjutnya memasuki dinas tentara. Pengabdiannya di lingkungan ketentaraan – yang diakhirinya pada awal 1950-an-dan pengalamannya selama revolusi banyak memberikan sumbangan terhadap karya-karya fiksinya.

adsense-fallback

Mula-mula ia menulis sejumlah cerita pendek di majalah Kisah (1953- 1956). Karya-karyanya segera menarik perhatian kalangan sastra Indonesia karena ceritanya penuh ketegangan dengan latar masa revolusi dan kehidupan di lingkungan militer. Aspek kemanusiaan amat menonjol dalam cerpen-cerpennya, terutama kisah tentang korban peperangan atau akibat buruk peperangan bagi kebanyakan orang. Cerita pendeknya yang tersebar dalam sejumlah penerbitan kemudian dikumpulkan dalam beberapa buku, meliputi Laki-laki dan Mesiu (1957), Angin Laut (1958), Di Medan Perang (1962), dan Kisah-kisah Revolusi (1965). Cerpen-cerpennya yang berkisah tentang masa revolusi juga dirangkaikan dalam sebuah novel dengan beberapa perubahan dengan judul Si Anak Hilang dan kemudian Petualang. Noveletnya yang terkenal adalah Pagar Kawat Berduri (1961), Bulan Madu (1962), dan Surat-surat Tjinta (1968).

Meskipun ia banyak bercerita tentang kekejaman perang dan kekerasan hidup di lingkungan militer, ia dapat menyajikan cerita-ceritanya dengan gaya humor secara halus. Selanjutnya, ia bekerja sebagai wartawan Pikiran Rakyat, Bandung, dan terkenal pula sebagai penerjun payung senior dan tertua di Indonesia.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback