Advertisement

TAMAN NASIONAL CIBODAS, sekitar 40 kilo-meter dari Bogor, merupakan salah satu cabang Kebun Raya Bogor. Di sana terdapat koleksi sekitar 8.517 jenis tanaman. Di antara koleksi pohon berusia di atas seratus tahun yang dimilikinya, terdapat jenis-jenis Eucalyptus, Agathis, dan Macadamia, yang buahnya telah diolah di Australia menjadi buah kalengan yang mahal. Selain itu ada pula tanaman kak-tus yang berusia lebih dari 70 tahun. Sebuah areal untuk persemaian disiapkan pula di dalam kebun raya ini.

Kebun Raya Cibodas berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut, diapit dua gunung berapi, yaitu Gunung Gede dan Pangrango. Luasnya sekitar 80 hektar. Suhu rata-ratanya 10°C dengan curah hujan sekitar 3.200 milimeter setahun.

Advertisement

Kebun raya ini didirikan oleh Teisjmann pada tahun 1862, untuk menampung jenis-jenis tanaman berhabitat dataran tinggi basah, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa tanaman di Indonesia memiliki sejarah yang berhubungan dengan sejarah kebun raya ini. Misalnya tanaman kina, yang hasilnya pernah nomor satu di dunia. Pada tahun 1851, balai tanaman d’ Leiden, Belanda, mengadakan pertukaran tanaman dengan rekannya di Perancis. Kina, yang dibawa dari Bolivia, merupakan salah satu tanaman yang dipertukarkan. Namun tanaman itu busuk semua. Sebelum semua mati, Teisjmann yang waktu itu menjabat Kepala Kebun Raya Bogor, mengambil inisiatif untuk menyetek tanaman itu di lereng Gunung Gede yang sekarang menjadi Kebun Raya Cibodas. Pada tahun’ 1856, tanaman ini diserahterimakan kepada JunghUhn untuk ditanam di Lembang, Banding.

Tanaman lain yang keberadaannya tak lepas iri jasa Kebun Raya Cibodas adalah tanaman vias (Pkor- rnium tenax), yang kini populer karena seratnya baik untuk kain iinen. Tanaman ini didatangkan dari Selandia Baru sekitar tahun1874. Setelah mengalami perlakuan adaptasi di kebun ini, tanaman itu akhirnya disebarkan. Kini, Kebun Raya Cibodas juga menjadi objek wisata yang menarik.

Advertisement