MENGENAL SUKU BANGSA TIDORE

adsense-fallback

Terutama berdiam di Pulau Tidore, yang termasuk wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku. Kini Puiau Tidore bersama Pulau Mare, Maitara, dan Filonga menjadi satu sebagai wilayah Kecamatan Tidore. Penduduk kecamatan ini pada tahun 1981 berjumlah 34.109 jiwa. Jumlah tersebut tentu tidak seluruhnya terdiri atas orang Tidore, karena di wilayah itu berdiam pula anggota iku bangsa lain, terutama di Soa-siu, ibu kota kecamatan. Lagi pula penduduk yang berasal dari pulau lain disebut dengan nama lain, misalnya penduduk asal Pulau Maitara disebut orang Maitara. Sebaliknya, di desa-desa Pulau Tidore penduduknya yang dominan orang Tidore. Jumlah orang Tidore tidak diketahui secara pasti. Sensus Penduduk tahun 1930 mencatat jumlah orang Tidore dan Ternate sebanyak 35.000 jiwa.

adsense-fallback

Orang Tidore mempunyai bahasa sendiri, yaitu bahasa Tidore. Di samping itu mereka juga memahami bahasa Ternate yang sejak lama menjadi lingua-franradi kawasan Halmahera. Para pengamat kebudayaan di daerah Maluku Utara dan Halmahera Tengah pernah membuat pembagian daerah kebudayaan, yaitu Daerah Kebudayaan Ternate, Daerah Kebudayaan Tidore, dan Daerah Kebudayaan Bacan. Daerah Kebudayaan Tidore sendiri mencakup Kepulauan Tidore, &in Halmahera Tengah/Timur.

Sejarah masa lalu Tidore ditand?’ oieh, antara lain, adanya kerajaan dan Sultan Tidore sejak tahun 1322. Tidore juga merupakan salah satu pusat pengembangan agama Islam di Maluku. Sampai sekarang tompak bahwa mereka adalah pemeluk agama Islam yang taat. Setiap desa ditandai oleh mesjid atau surau. ara pemimpin informal di desa-desa terdiri atas ustadz atau ulama.

Mata pencaharian pokok sebagian besar masyarakat Tidore adalah bercocok tanam di ladang, menangkap ikan, berdagang, atau menjadi pegawai negeri. Di ladang mereka menanann padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, dan kacang hijau. Tanaman lain yang penting adalah cengkeh, pala, kelapa, cokelat.

Dalam hal kekerabatan mereka menarik garis keturunan berdasarkan prinsip-patrilineal. Salah satu kelompok kekerabatan yang penting adalah klen patrilineal, yang mereka sebut soa. Perkawinan ideal menurut adat mereka adalah kawin antara saudara sepupu (.kufu). Adat menetap sesudah nikahnya utrolokal, artinya sepasang pengantin bebas memilih untuk menetap di lingkungan kerabat suami atau di lingkungan kerabat istri.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback