Advertisement

CHARLEMAGNE (742-814), atau Charles 1, atau Carolus Magnus (Karel Agung), adalah kaisar pertama Kekaisaran Romawi yang memegang kunci sejarah Eropa. Ia berhasil menyatukan Eropa di bawah kekuasaannya dan membangun kembali hidup kenegaraan dan kebudayaan yang telah hilang bersama runtuhnya kekuasaan Romawi di Eropa Barat tahun 400-an SM.

Setelah ayahnya, Pepin III, meninggal dunia tahun 768, Charlemagne menjadi raja suku Frank bersama saudaranya, Carloman. Saat itu, ia berkuasa atas Perancis, Belgia, Luxemburg, Belanda, dan bagian barat Jerman. Setelah Carloman mangkat tahun 771, ia menjadi raja tunggal. Ia merebut Lombardia dan menjadi raja negeri itu tahun 774. Setelah itu, ia menundukkan suku Bavaria, Aleman, Thuring, Saxon, dan Avars, sehingga kekuasaannya membentang dari Italia Tengah sampai Denmark, dan dari Hungaria/Austria sampai Lautan Atlantik. Pada tahun 800, ia dinobatkan menjadi Kaisar Romawi oleh Paus Leo III. Selama pemerintahannya, Charlemagne menciptakan sistem feodalisme. Ia membagi-bagikan tanah kepada para pengikutnya yang setia. Pemerintahan dibagi aalam distrik dan dipercayakan kepada bawahan yang jujur, kompeten, dan efisien. Secara berkala tiap distrik didatangi pengawas dari pusat yang melapor cadaan distrik tersebut kepadanya. Dengan demikian, Charlemagne dapat mengawasi distrik yang terpencil sekali pun.

Advertisement

Charlemagne juga memperkenalkan cara berladang yang lebih efisien, sehingga ada sisa pangan untuk dijual. Untuk menggiatkan perdagangan, ia membuat uang perak dan mendirikan beberapa pasar. Ia juga memperhatikan bidang pendidikan. Di istana Aachen, Charlemagne mendirikan sekolah guru dan rohaniwan yang kemudian disebar ke seluruh wilayah. Peradaban dibangun kembali oleh Charlemagne berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan Eropa selanjutnya.

Advertisement