Advertisement

MENGENAL SEJARAH PENDIDIKAN DI AMERIKA SERIKAT, Cikal bakal Amerika Serikat yang sekarang ini merupakan negara besar sekaligus negara adidaya berasal dari penggabungan 13 koloni Inggris di pantai timur Amerika Utara yang dulunya bernama New England (Georgia, South Carolina, North Carolina, Virginia, Maryland, Delaware, New Jersey, Pennsylvania, New York, Connecticutt, Rhode Island, Massachusett, New Hampshire). Periode kolonial di Amerika adalah antara tahun 1607 – 1775. Revolusi Amerika dimulai tahun 1775, sedangkan kemerdekaan lepas dari kolonialisme Inggris diproklarnasikan pada 4 Juli 1776. Revolusi dinyatakan selesai pada tahun 1783 dengan ditandatanganinya peijanjian perdamaian di Paris.

Pada jarnan kolonial lebih dari seratus tahun sebelum berdirinya Amerika Serikat, di New England telah ada sembilan college yang semuanya rnencontoh dan berkiblat ke college Oxford dan Cambridge di negara induk koloni Britania. Adanya ungkapan pro modo Acaclemiarum in Anglia yang artinya “menurut tatacara universitas di Inggris” membuktikan bahwa universitas di koloni Inggris ini meniru universitas¬≠universitas di Inggris. Kesembilan college tadi adalah Harvard di Cambridge Massachusett (1636); William and Mary di Williamburg Virginia (1693), Yale di Branford Connecticut (1701) yang kemudian pindah ke New Haven, Princeton yang dulunya College of New Jersey di Princeton New Jersey (1746), King’s di New York, Philadelphia, Rhode Island, Queen’s dan Dartmouth di Hannover New Hampshire (1769). Sistem di Harvard meniru Emmanuel College di Cambridge England, William and Mary meniru Queen’s College di Oxford England. Saat-saat bergeloranya kegairahan mendirikan perguruan tinggi bisa disebut sebagai masa college mania sedangkan New England daerah yang banyak perguruan tingginya saat itu disebut land of college

Advertisement

Seperti dikatakan di atas bahwa tradisi Inggris diambil sebagai tatacara perguruan tinggi Amerika, konsekuensinya kurikulum universitas di Amerika sama dengan di universitas di Inggris yaitu tahun pertama dititik beratkan pada retorika, tahun kedua dan ketiga dialektika sedangkan pada tahun ke empat dipelajarkan filsafat (Primus annus Rhetoricam docebit, secundus et tertius Dialecticam, quartus adiungat Philosophiam) .

Yang mendirikan college di New England bukanlah pemerintah kolonial tetapi para imigran yang memikirkan pendidikan tinggi untuk anak-anaknya. Mereka memerlukan pendeta-pendeta gereja yang berilmu (learned clergymen) dan berniat mendidik pemuda-pemudanya untuk menjadi kaum terpelajar agar dapat membedakan peradaban maju dengan “barbarianisme” yang saat itu banyak didapati di daerah koloni Inggris yang tidak berhukum. Pendiri-pendiri college adalah kelompok-kelompok agama dari banyak denominasi agama Kristen seperti Presbyterian, Baptist, Methodist, Congregationist, Disciples, Puritan, Episcopalian, Calvinist, Lutheran, Quaker, Unitarianisme, Dutch Reformed, Evangelist dan Katolik. Mereka berlomba-lomba mendirikan college untuk pengikutnya. Mengingat pendirinya pemuka sekte agama maka sifat college ini menjadi sektarian, tetapi sedikit demi sedikit sifat sektarian ini berkurang dan lambat laun menjadi non-sektarian walau masih nampak suasana pengaruh sifat religiusnya. Dari sembilan college yang telah berdiri sejak sebelum 1770 tadi, yang mendapat subsidi dari Pemerintah (General Court) hanya lah Harvard Tidak seperti perguruan tinggi di daratan Eropa yaitu Universitas Bologna, Praha, Wina, Padua dan Koln yang lokasinya di daerah urban, college di New England persis seperti suasana college di negara induknya Inggris, lokasinya jauli di luar pemukiman penduduk sehingga pendiri college harus menyediakan dormitory semacam asrama untuk residensi mahasiswanya. Tradisi adanya residensial adalah tradisi Inggris atau England, tradisi Scottish tidak menganut sistem residensial.

Sebagaimana di Indonesia ada orang yang tidak setuju mahasiswa diasramakan, di Amerika Serikat pun waktu itu ada yang tidak setuju mahasiswa tinggal di dormitoni. Namun oleh karena sebagai college harus melaksanakan collegiate way maka ketidaksetujuan ini tidak banyak yang mendukungnya. Yang dinamakan collegiate way adalah suasana kampus perguruan tinggi dengan suatu bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menimbulkan adanya rasa berkehormatan, Iokasinya di tempat yang tenang tenteram, mahasiswanya tinggal di dormitozy (residential scheme), mereka makan bersama di refter atau dining hall, dan mendapat pengawasan dari pengurus dormitory atau instruktur.

Dengan demikian pada awalnya suatu college merupakan satu keluarga besar yang tidur, makan, belajar, melakukan ibadah selalu bersama serta melakukan kegiatan-kegiatan lain di bawah satu atap. Gedung dormitory merupakan bangunan segiempat dengan hanya satu pintu yang dibuka agar mudah melakukan pengawasan.

Perkembangan saat ini, dormitoni ada yang single¬≠sex dan ada yang co-ed dorm. Mengenai kamar untuk mahasiswa maupun mahasiswi ada yang bebas menerima tamu disebut “intervisitation unlinzited” atau “24 hour intervisitation”.

Penentuan lokasi bangunan college di daerah jauh dari pemukiman penduduk dan malahan apabila mungkin didirikan di daerah hutan jauh dari peradaban kota adalah hasil pemikiran bahwa tempat yang demikian memungkinkan mahasiswa mejauhi godaan untuk menyelinap ke tempat mesum, menghindarkan kesempatan berfoya-foya serta bisa mengurangi kesempatan menyombongkan diri, dengan demikian bisa mengekang sifat jahat. Statuta Universitas North Carolina menyatakan bahwa lokasi perguruan tinggi tidak boleh kurang daripada lima mil dari gedung pemerintahan ataupun tempat-tempat di mana kegiatan pengadilan dan hukum dilakukan.

Kehidupan mahasiswa di college tidak melulu melakukan kegiatan kurikuler tetapi juga kegiatan ekstrakurikuler seperti yang terkenal saat itu membentuk competiting society dengan mendirikan debating club. Di New Haven terbentuk debating club yang dinamai Linonian dan Brothers in Unity, di Princeton berdiri American Whig dan Cliosophic. Setelah berdirinya tiga debating club di atas, hampir di semua college ada debating club yang namanya mengambil kata Yunani, seperti Alexandrian, Atheneum, Demosthenian, Diognothian, Philantropic, Philodenzic, Philolexian, Philologian, Philomathean, Philonomosian, Philotechnian.

Kegiatan lain selain membentuk debating club adalah mendirikan Greek-letter fraternity movement atau Greek-letter society. Fraternity adalah organisasi untuk mahasiswa dan kalangan universitas serta college di Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada). Untuk mahasiswi organisasi semacam ini disebut sorority. Tujuan utama pembentukan fraternity adalah untuk mendidik dan meningkatkan mutu kepemimpinan pesertanya. Yang bisa menjadi anggotanya adalah mahasiswa senior dan dosen. Namun kemudian freshman juga boleh bergabung ke dalam fraternities.

Yang pertama-tama memperkenalkan Greek-letter fraternity movement adalah Union College dan Hamilton College. Di Union College pada tahun 1825 berdiri Kappa Alpha, pada tahun 1847 berdiri Theta Delta Chi, menyusul kemudian Sigma Phi, Delta Phi, Chi Psi dan Psi Upsilon. Di Hamilton College berdiri Alpluz Delta Phi pada tahun 1832, sedangkan pada tahun 1839 di Miami, Ohio berdiri Bcta Theta Pi.

Bila Fraternity mempelajari ilmu yang sifatnya umum, untuk ilmu yang menjurus dibentuklah professional society seperti contohnya :

Lambda Epsilon, mula-mula dibentuk di Chicago (1897) untuk mendalami ilmu hukum. Lambda Epsilon kemudian diubah namanya menjadi Plzi Alpluz Delta pada tahun 1902. Delta Theta Phi juga untuk jurusan ilmu hukum.

Untuk mahasiswa kedokteran dibentuk Nu Sigma Nu pada tahun 1882, disusul kemudian oleh Alpha Kappa Kappa, Plzi Chi, Plzi Rho Sigma, dan kemudian Phi Beta Pi.

Di Michigan pada tahun 1882 mahasiswa kedokteran gigi mendirikan Delta Signia Delta, disusul kemudian oleh Xi Psi Phi, dan Psi Onzega.

Proftsional .society lainnya seperti Alpha Chi Signza didirikan pada tahun 1902 untuk ilmu kimia, Alphn Kappa Psi untuk ilmu perdagangan dan administrasi bisnis, Tlzeta Tau untuk ilmu teknik, Phi Delta Kappa untuk ilmu pendidikan, Scarab fraternity untuk bidang arsitektur.

Adelphian Society yang berubah nama menjadi Alpha Delta Phi pada tahun 1851 merupakan sorority.

Sority lainnya adalah Pi Beta Phi (1867) dan Kappa Alphn Theta (1870).

Semua yang diterangkan di atas merupakan tradisi dan kejadian-kejadian di universitas yang menganut sistem Anglo-Saxon. Pada waktu itu selain sistem Anglo-Saxon, di Amerika Serikat ada juga universitas yang berkiblat ke tradisi universitas daratan Eropa atau sistem kontinental.

Advertisement