Advertisement

Sayid Amir Ali, dilahirkan pada 1849. Keluarganya, yang asal Persia, pindah ke India pada masa pemerintahan Nadir Syah (1736-­1747), sekitar setengah abad menjelang kelahirannya. Pendidikannya ia tempuh di perguruan tinggi Muhsiniyya, dekat Kal­kutta. Merasa belum cukup jika hanya mempelajari bahasa Arab, selanjutnya ia belajar bahasa ,dan sekaligus sastra Inggris. Karena pada masa itu Kerajaan Inggris se­dang berkuasa di India. Ia merasa perlu mempelajari hUkum Inggris.

Pada usia dua puluh (1869), ia melan­jutkan studinya ke Inggris dalam bidang hukum, dan setelah berhasil meraih kesar­janaannya pada 1873 ia kembali ke India. Dengan bekal kesarjanaannya dalam bi­dang hukum, selain pernah menjadi penga­cara untuk Pemerintah Inggris, ia pun menjabat sebagai hakim di salah satu mah­kamah dan bahkan pernah menjabat seba­gai guru besar di salah-satu lembaga pen­didikan tinggi di India. Pada 1877 ia mem­bentuk organisasi sosial politik, National Muhammedan Association (NMA), sebagai lembaga pemersatu dan pexjuangan politik umat Islam. Dengan jumlah cabang tiga puluh empat, yang tersebar di berbagai wilayah di India, organisasi ini tergolong cukup besar.

Advertisement

Prestasi sosial politik yang telah ditun­jukkannya, pada 1883, menyebabkan ia diangkat menjadi salah seorang dari tiga anggota Majelis Kerajaan Inggris di India. Bahkan, ia merupakan satu-satunya ang­gota Islam dalam majelis tersebut. Tahun 1904, ia meninggalkan India untuk mene­tap di Inggris selamanya. Meskipun demi­kian, hubungannya dengan India terus berlangsung. Selain pada 1909 ia diangkat menjadi anggota India pertama dalam Judicial Committee of Privacy Council di Inggris, ia pun membentuk cabang organi­sasi Liga Muslim India di London. Organi­sasi tersebut didirikan pada 1906, dua tahun setelah ia meninggalkan India.

 

Advertisement