MENGENAL PULAU KOMODO

adsense-fallback

MENGENAL PULAU KOMODO – Pulau terbesar dari gugusan Kepulauan Komodo yang terletak antara Pulau Sumbawa bagian timur dan Pulau Flores bagian barat. Tiga pulau utama dari Kepulauan Komodo ini adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Luas Pulau Komodo 33,93 hektar, Pulau Rinca 19,62 hektar dan pulau Pa­dar sekitar 2,01 hektar. Kepulauan yang terdiri dari 52 buah pulau kecil ini umumnya merupakan daerah ber­bukit tandus yang ditutupi sabana dan dibatasi selat- selat berarus keras, dengan pantai-pantai berbatu pa­das dan pasir putih. Kepulauan ini termasuk wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, dan merupakan satu kecamatan dengan ibu kotanya Labuhan Bajo.

adsense-fallback

Di Pulau Komodo terdapat desa Komodo dengan penduduk 600 jiwa yang menempati 70 rumah pang­gung. Pulau Rinca berpenduduk 756 jiwa. Namun de­sa teramai dari seluruh kecamatan adalah desa Papa- garan dan Labuhan Bajo. Kenaikan jumlah penduduk di Komodo termasuk cepat, sebesar 3,5 persen teru­tama karena banyaknya pendatang.

Sejak Maret 1980, Kepulauan Komodo ditetapkan Pemerintah sebagai Taman Nasional, yang dilindungi Negara. Kawasan ini ditetapkan seluas 59.000 hektar. Tennasuk di dalamnya Pulau Rinca (19.625 hektar), Padar (2:017 hektar) serta gugusan pulau-pulau kecil di dekatnya. Di sini hidup beraneka satwa seperti rusa, babi hutan, kuda liar, kerbau hutan, burung gosong, serta kadal purba raksasa Varanus komodoensis.

Pulau Komodo dapat dicapai lewat jalur laut, yaitu dari pelabuhan Bima di Sumbawa Timur atau dari La­buhan Bajo di Flores Barat. Namun umumnya para pengunjung taman nasional ini datang dari Labuhan Bajo, karena di sana berkantor Sub-Balai Kawasan Pelestarian Alam Komodo dan Sekitarnya. Ijin untuk memasuki kawasan ini dapat diperoleh di sini, bisa juga di Denpasar atau dari Direktorat PPA di Bogor atau dari Kantor Balai ini di Kupang. Sementara untuk dapat melihat lokasi komodo, diperlukan pengawalan, tidak saja untuk mencegah kecelakaan atau menga­mankan pengunjung dari kemungkinan nyasar, tapi juga demi pengamanan pelestarian itu sendiri.

Hanya dengan pelestarian serta pengamanan ling­kungan serta habitatnya, Varanus komodoensis bisa bertahan hidup sesuai panjang usianya yang mencapai 100 tahun. Di samping itu pentinglah melindunginya dari ancaman kepunahan sebagai akibat dari kegon- cangan keseimbangan alam sekitar habitatnya. Patut dicatat bahwa biawak raksasa komodo ini pertama ka­li ditemukan oleh seorang perwira Belanda, J.K.H. van Steyn van Hensbroek pada tahun 1931.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback