Advertisement

Suatu peristiwa kematian puluhan romusha pada masa pendudukan Jepang akibat terjadinya salah penyuntikan yang mengakibatkan para romusha terkena infeksi tetanus. Peristiwa yang terjadi pada akhir tahun 1944 ini menyebabkan beberapa dokter dan pegawai kesehatan ditahan oleh tentara Jepang, walaupun menurut penyelidikan bukan mereka yang bertanggung jawab.

Salah seorang dokter yang dijadikan “kambing hitam” adalah Prof. dr. Achmad Mochtar, yang terkenal berjiv nasionalis. Karena dianggap sebagai penyebab kematian para romusha, ia disiksa sehingga meninggal dalam tahanan, namun jenazahnya tidak diserahkan kepada keluarganya. Dokter-dokter yang juga ditahan, dan meninggal dalam tahanan, antara lair, dr. Soelaiman Siregar dan dr. Marah Achmad

Advertisement

Advertisement