Advertisement

Muzanni adalah seorang ahli hukum Is­lam, pendukung mazhab Nama lengkapnya ialah Abu Ibrahim Ismail ibnu Yahya al-Muzanni al-Misri. Ia lahir pada 791 (175 H) di Mesir, dua puluh lima ta­hun lebih muda dari Imam Syafil. Sebe­lum Imam Syafi`i datang ke Mesir, Muzan­ni telah mulai mempelajari berbagai ca-bang ilmu keislaman, seperti fikih, ilmu hadis dan ilmu kalam, dari ulama-ulama kenamaan di negeri tempat kelahirannya itu. Kemudiah lebih mendalami lagi sete­lah gurunya Imam Syali`i sampai di Mesir dari Bagdad pada 814 (199 H). Diriwayat­kan bahwa pada suatu hari Muzanni beser­ta beberapa orang ulama lainnya berdis­kusi di depan Imam Syafil mengenai ilmu kalam. Setelah selesai diskusi, kepada Mu­zanni Imam Syafil menyarankan agar di samping mendalami ilmu kalam, juga di­nasihatkan untuk mendalami ilmu fikih. Dad waktu itu ia mempelajari ilmu fikih dari Imam Syafil. Ia adalah di antara mu­rid-murid Imam Syafil yang langsung me­nimba ilmu pengetahuan darinya. Ia ter­kenal sangat tekun mengikuti pengajian­pengajian rutin yang dipimpin oleh gur►­nya itu. Segala fatwa Imam Syafil yang sempat didengarnya, secara hati-hati dapat dipahaminya, kemudian ia rnampu menu­liskannya dalam’bentuk buku. Kedudukan­nya di samping Imam Syafil lebih terlihat dan menentukan lagi setelah Imam al-Bu­waiti pendamping Imam Syafil ditangkap dalam suatu peristiwa. Untuk mengganti­kan kedudukan al-Buwaiti itu, Imam Sya­fi`i memilih Muzanni, sehingga waktu itu boleh dikatakan bahwa Muzanni adalah sekretaris pribadi bagi Imam Syafil. Muzanni dikenal sebagai seorang yang saleh dan tact, serta amat hormat kepada gurunya (Imam Syafil). Banyak sekali ia membantu gurunya itu dalam menyebar­luaskan dan menuliskan fatwa-fatwa guru­nya itu sampai menjadi suatu buku.. Imam Syafi`i sendiri menyebut muridnya itu se­bagai pembela mazhabnya. Karangan-ka­rangan Muzanni pada hakikatnya tidak ke luar dari fatwa-fatwa gurunya itu, kecuali dalam beberapa masalah. Kitab Mukhta­sar-nya yang terkenal itu adalah kumpulan dari fatwa-fatwa Imam Syafil.

Ulama yang terkenal rendah hati ini, seperti halnya setiap ulama terkemuka, mempunyai majelis pengajian secara rutin. Di antara ulama-ulama yang sempat me­nimba ilmu pengetahuan darinya ialah: Ibnu Khuzaimah, at-Tahawi, Zakariya as­Saji, lbnu Abi Matim dan lain-lain. Di samping inengajar, kegiatan ilmiah yang ditekuninya ialah mengarang kitab-kitab fikih. Di antara kitab-kitabyang dikarang­nya ialah: al-Jami` al-Kabir, al-Jami` as­Sagir, at-Taqrib fi al-`11m, al­Masail al-Mu `tabarah dan kitab al-Mukhta­sar. Kitabnya yang disebut terakhir ini adalah yang paling terkenal di antara kar­ya-karyanya tersebut. Ada yang mengata­kan bahwa kitab Mukhtasar al-Muzanni tersebut adalah kitab fikih yang paling awal memakai sistem bab dan fasal. Ia me­rupakan ringkasan dari fatwa-fatwa Imam Syafil di bid ang fikih. Oleh karena begitu penting kedudukan kitab al-Mukhtasar di kalangan SyafiIyah, banyak ulama dan kalangan tersebut yang mensyarah (me­ngomentari)nya secara panjang lebar. Di antara syarahnya yang terkenal ialah kar­ya seorang ulama bermazhab Syaffi yang hidup pada abad ke-4 H, yaitu Abu Ishaq al-Marwazi (951/340 H) yang disebut de­ngan Syarh al-Muzanni, kemudian kitab al-Ifsah oleh Abu Ali Husein ibnu Qasim at-Tabari (961/350 H). Melalui karya-kar­ya Muzanni, di samping karya-karya mu­rid-murid Imam Syafil terkenal lainnya seperti karya-karya Imam al-Buwaiti, kitab al Mukhtasar al-Kabir, al Mukhtasar as-Sagir dan kitab al-Faraid, mazhab Sya-

Advertisement

lebih tersebar dan berkembang ke ber­bagai pelosok di dunia Islam.

Muzanni wafat di Mesir pada 877 (24 Ramadan 264 H) dalam usia 89 tahun. Ikut menyembahyangkan jenazahnya ar­Rabi` ibnu Sulaiman al-Muradi, mu’azzin (tukang azan) mesjid Amr bin al-As di Fustat dan juga sahabat dekat Imam Sya­fil. Ia dikuburkan di tanah pekuburan al­Qarafat as-Sugra, di lereng bukit al-Muqat­t am.

Advertisement