Advertisement

Mesjid Agung al- Azhar, termasuk mes­jid yang megah di ibu kota Jakarta. Mes­jid ini terletak di kawasan Kebayoran Ba­ru. Di samping untuk tempat beribadat, mesjid Agung al-Azhar juga dipergunakan untuk berbagai kegiatan majelis taklim, pembinaan remaja, pramuka, pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai ke Sekolah Menengah Tingkat Atas.

Berawal dari gagasan Wali Kota Jakarta Sjamsurijal pada 1952 dalam rangka per­luasan Jakarta ke kawasan Kebayoran Ba­ru yang sekaligus dilengkapi dengan sarana peribadatan, Abdullah Salim, Kepala Bi­dang Pertahanan Daerah Kebayoran, men­dapat tugas mencarikan lokasi untuk ru­mah ibadat tersebut. Setelah didapatkan, atas persetujuan Wali Kota Sjamsurijal, dibentuklah panitia pembangunan yang terdiri dari, masing-masing: Sjamsurijal, H.M. Sarjono, Dr. Syamsuddin, H. Goza­li Syahlan, Buya Hamka, H. Anwar Cok­roaminoto, Sueib, Rais Khamis dan Dr. Hariry Hadi.

Advertisement

Amal Harian Abadi” serta menunjuk CV Khamid & Co. sebagai pemborong. Se­menjak saat itu, -secara berangsur-angsur pembangunan mesjid Kebayoran Baru ini dimulai. Berkat bantuan dari kaum mus­limin serta pemerintahan Jakarta, pada 1957 mesjid tersebut dirampungkan.

Mulai saat itu mesjid Kebayoran Baru berfungsi sepenuhnya. Di samping untuk tempat salat, juga diadakan pengajian ru­tin baik pada subuh maupun pada waktu­waktu yang lain. Buya Hamka ditetapkan sebagai Imam Besar mesjid ini dan pengisi tetap ceramah-ceramah agama yang dila­kukan. Popularitas Hamka sebagai dai dan ulama telah mengangkat nama mesjid Agung Kebayoran Ban’.

Nama al-Azhar barn diberikan kepada mesjid Agung Kebayoran Baru ini pada 1961. Pada waktu itu Rektor Universitas al-Azhar sedang melakukan kunjungan ke­negaraan ke Indonesia, dan mesjid Agung Kebayoran Baru mendapat kehormatan disinggahi oleh Rektor al-Azhar, yakni Prof. Dr. Mahmud Syaltout. Ketika ia mengetahui bahwa mesjid ini belum mem­punyai nama, maka ia mengusulkan agar memakai nama al-Azhar. Usul itu diteri­ma, sehingga lekatlah nama al-Azhar pada Mesjid Agung Kebayoran Baru Jakarta.

Dewasa ini al-Azhar tumbuh bukan saja sebagai tempat ibadat tetapi juga meluas ke kegiatan lain, seperti pendidikan. Lem­baga-lembaga pendidikan yang ada adalah dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai ke Sekolah Menengah Lanjutan Atas. Ba­gian Pemuda al-Azhar mempunyai berba­gai kegiatan, seperti Pramuka, Drum Band, Pencak Silat, Pencinta Alam, Lembaga Pe­nelitian Kemahasiswaan dan YISC (Youth Islamic Study Club).

Lembaga-lembaga pendidikan al-Azhar telah tumbuh menjadi lembaga pendidik­an elite di ibu kota Jakarta Raya. Bahkan di beberapa tempat tumbuh pula sekolah­sekolah yang diberi nama dengan nama al­Azhar, kendatipun sekolah tersebut terle­pas dari organisasi Yayasan Mesjid Agung al-Azhar sendiri, seperti di Kemang, Ci­landak dan Pondok Labu Jakarta.

 

Advertisement