Advertisement

Maryam atau Maria adalah ibu Nabi Isa, putri Imran. Ibunya bernama Hannah, adik Elizabet, yang menjadi istri Zakaria. Sewaktu ibu Maryam mengandungnya, ia bernazar akan menyerahkan anaknya bila lahir, ke tempat kebaktian suci di Baitul Maqdis. Maryam diasuh oleh Nabi Zaka­ria, setelah ia diserahkan ibunya, agar nan­ti setelah Maryam besar menjadi pengabdi di tempat kebaktian itu. Sejak kecil telah

tampak sifat-sifat istimewa pada Maryam. Ia sangat berbudi tinggi dan tekun menja­lankan perintah agama.

Advertisement

Pada suatu saat Nabi Zakaria melihat keanehan terjadi pada diri Maryam, yaitu di kamarnya terdapat buah-buahan yang bukan dalam musimnya. Ketika Maryam ditanyai, ia menjawab (Q. 3:37) bahwa buah-buahan itu dari Allah. “Ia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki­Nya, tanpa perhitungan.”

Setelah Maryam menginjak usia gadis, ia didatangi malaikat, yang mengabarkan bahwa ia akan mengandung seorang anak suci yang kelak akan menjadi nabi dan ra­sul Tuhan. Setelah Maryam kemudian be­nar-benar mengandung, ia mengasingkan dirinya dari masyarakat dan keluarganya, untuk menghindari cercaan-cercaan dari orang-orang yang tidak senang.

Maryam melahirkan bayi dalam kesen­dirian, tidak seorang pun mengetahui ke­lahiran bayinya, kecuali Allah dan diri­nya. Maryam diperintah Allah agar ia diam tidak menjawab segala pertanyaan yang ditujukan kepadanya, mengenai anak yang dilahirkannya itu. Ketika Maryam di­tanyai mengenai anaknya, ia mempersila­kan mereka untuk bertanya kepada bayi­nya, yakni Isa. Kata mereka, “Bagaimana bayi bisa diajak bicara?” Tetapi, kemu­dian Isa yang bayiitu berkata (19:30-33): “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia men­jadikanku seorang Nabi; dan Dia menjadi­kan aku seorang yang diberkati, di mana saja aku berada; dan Dia perintahkan aku (mendirikan) salat dan (menunaikan) za­kat selama aku hidup, dan berbakti kepa­da ibuku; Dia tidak menjadikan aku se­orang yang sombong lagi celaka. Dan ke­sejahteraan semoga dilimpahkan kepada­ku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (19:30-33) Maryam ada­lah wanita suci, yang mempunyai kedu­dukan dan martabat sangat tinggi di sisi Tuhan, sehingga namanya diabadikan da­lam al-Quran. Kisah tentang dirinya me­ngandung Isa dikisahkan dalam al-Quran (surat Maryam: 17 dan seterusnya).

 

Advertisement