Advertisement

MENGENAL LEIBNIZ, GOTTFRIED WILHELM VON (1646- 1716), Filsuf, matematikawan, fisikawan, ahli strategi politik, dan sejarawan Jerman. Ia terutama disegani sebagai tokoh penting data bidang metafisika dan logika, selain juga sebagai penemu kalkulus integral dan diferensial tersendiri (1675). Perhatian dan kar­yanya mencakup banyak bidang, dan sebagian besar baru tergali dan dihargai dalam abad ke-20.

Leibniz lahir di Leipzig, Jerman. Ayahnya profesor hukum dan etika. Leibn:- sendiri juga belajar hukum dan filsafat. Karena menguasai hampir semua ilmu, ia dianggap jenius. Pada usia 15 tahun ia menjadi mahasiswa Universitas Leipzig. Dua tahun kemudian ia menulis De Principio Individui (prinsip individu) yang kelak membuahkan pemikirannya mengenai ‘monadologi”. Ia tidak menerima gelar doktor dari universitas ini karena dianggap terlalu muda. Baru menjelang usia 21 tahun ia meraih gelar doktor ilmu hukum pada Universitas Altdorf, Niirenburg.

Advertisement

Para negarawan ketika itu sangat mengagumi keje­niusan Leibniz dan mempercayakan kepadanya tugas perundang-undangan serta tugas diplomasi. Oleh karena itu ia me­ngunjungi dan bermukim di berbagai kota besar Eropa, tempat ia bertemu dengan para filsuf dan il­muwan terkemuka. Di Paris ia bertemu lang­sung dengan Nicolas Ma- lebranche (filsuf) dan Christiaan Huygens (ma­tematikawan), di Inggris dengan Robert Boyle (kimiawan), sedangkan di Amsterdam dengan Baruch de Spinoza (filsuf).

Beberapa karyanya yang penting mencakup teodicea, monadologi; matematika, logika, teori ilmu pe­ngetahuan, serta ilmu hukum dan sejarah.

Leibniz menghabiskan hari tuanya dalam keadaan sakit-sakitan dan tak diacuhkan orang. Oleh para tetangganya ia dianggap sebagai penganut agama campur aduk. Kematiannya tidak diketahui banyak orang.

 

Advertisement