Advertisement

MENGENAL LEDALERO – Desa kecil di Kabupaten Sikka, Pro­pinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat berdirinya Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Katolik. Karena ter­letak di atas bukit, tempat ini disebut Ledalevo, arti­nya tempat tinggal matahari. Sekolah ini merupakan seminari tinggi untuk mendidik para calon imam SVD, tetapi orang awam pun boleh kuliah di sini.

Seminari ini menjadi terkenal karena di dalam . kompleks ini terdapat Museum Blikon Blewut. Isinya’ menggambarkarrmasa lalu manusia Flores, serta ma­nusia Nusa Tenggara Timur, termasuk warisan buda­yanya. Sejak tahun 1967, museum ini menyimpan ti­dak kurang dari 67.687 buah koleksi meliputi hiasan emas, perak, gading, manik-manik adat, sarung, ber­bagai jenis senjata, keramik dari Dinasti Sung dan Ming, batuan megalit, tengkorak manusia Flores, batu mulia, serta patung purbakala. Dua koleksi terpenting ialah fosil stegodon dan sebuah keris dari jaman Dongsong.

Advertisement

Museum ini mengoleksi juga berbagai jenis siput dan lokan NTT, aneka tenunan ikat, sulaman seluruh NTT, tenunan songket Manggarai, lie Ape, Kedang, Waibalun, Sabu, Sumba, Alor, Dawan, Tetun, Rote, serta Riung. Di almari gantung, tersimpan 177 keping mata uang negara-negara Eropa, Afrika, ASEAN, ser­ta Timur Tengah tempo dulu. Di bagian lain tersim­pan alat kesenian NTT.

Berdirinya museum ini berkat jasa Pastor Verhoeven SVD, kelahiran Belanda, yang sejak tahun 1950 melakukan pengumpulan benda prasejarah, terutama yang berkaitan dengan bidang budaya, paleoantropologi, dan geologi.

Advertisement