MENGENAL KUBLAI KHAN (1216-1294)

adsense-fallback

MENGENAL KUBLAI KHAN (1216-1294) – Cucu Genghis Khan yang juga disebut Khubilai Khan atau Kubla Khan. Ibunya bernama Tulxui. Ia kaisar Dinasti Yuan atau Mongol yang sejak 1259 menggantikan kakaknya, Mangu, dan menanamkan kekuasaan dinasti itu atas seluruh daratan Cina sejak tahun 1279. Dinasti tera­khir Cina yang dihancurkannya adalah Sung. Sejarah mencatat bahwa untuk pertama kaitnya suatu bangsa barbar pimpinan Kublai Khan menaklukkan seluruh daratan Cina. Sebagian besar berita tentang dirinya ditulis oleh Marco Polo, saudagar Venezia yang mem­bantunya dalam bidang diplomatik (1275-1292) dan pernah mengunjungi Indonesia.

adsense-fallback

Antara tanun 1264 dan 1267 Kublai Khan memba­ngun ibu kota di Khambalik, Peking (Beijing seka­rang). Ia menaklukkan Vietnam antara tahun 1281 dan 1287, dan Burma pada tahun 1287. Dengan demi­kian kekuasaannya meliputi hampir seluruh daratan Asia. Dalam usaha meluaskan wilayah kekuasaan Mongol ke luar Cina itu, Kublai Khan juga berusaha menundukkan berbagai kerajaan di Jepang, Asia Tenggara, dan Indonesia. Dalam menjalankan peme- jintahannya ia tidak se­gan memasukkan unsur Cina. antara lain dalam bidan si administrasi. Pa­ham tradisional Cina Konfusianisme tidak lu­put pula dari perhatian­nya. Ia bahkan memeluk agama Budha dan men­jadikannya agama resmi Kerajaan. Walaupun ia sangat bersemangat da­lam mengembangkan agama Budha, Kublai Khan tidak memusuhi pemeluk agama lain. Ilmu pe­ngetahuan pun berkembang. Ia dikenal pula sebagai pemimpin yang cakap dalam membentuk jaringan ko­munikasi dengan para anak buahnya yang memimpin wilayah taklukan sangat luas.

Dua kali Kublai Khan mengirimkan pasukannya untuk menaklukkan Jepang (1274 dan 1281). Kedua­nya gagal. Kegagalan pasukannya terutama akibat amukan badai laut. Bangsa Jepang, yang bersorak se­nang menyaksikan kegagalan itu, menyebut badai be­sar tersebut “angin dewata” atau kamikaze.

Sementara itu, usaha Kublai Khan untuk memaksa Raja Kertanegara dari Singasari membayar upeti ke­padanya juga gagal. Bahkan utusan keempat Kublai Khan yang dikirim kepada raja yang sama pada tahun 1289 kembali ke negaranya dengan penghinaan. Pada tahun 1293 pasukan Kublai Khan datang lagi ke Si­ngasari untuk membalas dendam.

Ketika bala tentara Cina ini datang, yang menjadi raja Singasari adalah Jayakatwang, yang telah mem­bunuh Kertanegara dan merebut kedudukannya. Me­nantu Kertanegara, Raden Wijaya, kemudian meman­faatku kedatangan pasukan Kublai Khan itu untuk membalas dendam terhadap Jayakatwang. Raden Wi­jaya bekerjasama dengan pasukan Cina menggempur Jayakatwang. Setelah Jayakatwang dan pasukannya binasa, Raden Wijaya berbalik menghancurkan pasu­kan Kublai Khan.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback