Advertisement

MENGENAL KOTJOSOENGKONO (1908-1985), Duduk sebagai Pembantu II dalam kepanitiaan Kongres Pemoeda II (1928) mewakili Jong Indonesia (yang kemudian menjadi Pemuda Indonesia). Ia berasal dari Madura dan pernah mengikuti kursus jurnalistik pada Ksatrian Instituut pimpinan Douwes Dekkerdi Bandung. Sela­ma beberapa waktu di tahun 1930 ia mengajar di Ta­man Siswa. Pada tahun yang sama ia pindah bekerja sebagai redaktur penanggung jawab Bintang Timoer di Jakarta. Dari Jakarta ia pindah ke Surabaya, dan menjadi redaktur pertama Soeloeh Rakjat Indonesia merangkap guru bahasa di MULO milik swasta. Ia ke­mudian pindah lagi ke Bali untuk menjadi guru pula.

Menjelang kedatangan Jepang, Kotjosoengkono menjadi pemimpin umum Roepelin (Roekoen Peladjar Indonesia) di Surabaya. Di zaman Jepang ia be­kerja sebagai juru bahasa di kantor Gunseikanbu, Ja­karta. Di zaman kemerdekaan ia menghabiskan waktunya di Lawang dan bekerja di bidang swasta. Ia menulis buku berjudul De Berichtenjager (pemburu berita) yang mengupas masalah persuratkabaran (1938).

Advertisement

Advertisement