Advertisement

Prajurit ABRI yang gugur di tangan gerombolan komunis dalam Peristiwa Gerakan 30 September 1965. Ia ditembak ketika tengah mengawal tempat kediaman Wakil Perdana Menteri II Dr. Johannes Leimena.

Karel Satsuit Tubun berasal dari pulau kecil Kei, Maluku. Orang tuanya dikenal sebagai penganut agama Katolik yang taat. Sekolahnya terhenti sampai sekolah dasar karena ketiadaan biaya. Setelah pengakuan kedaulatan, ketika dibuka kesempatan bagi penduduk untuk memasuki sekolah polisi negara di Ambon, ia mendaftar dan diterima. Setelah menjalani latihan dan pendidikan, ia ditempatkan di kesatuan brigade mobil di Ambon dan kemudian dipindahkan ke Jakarta. Berbagai operasi militer diikutinya dalam kurun 1955-1959, antara lain penumpasan pasukan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Aceh dan gerakan Permesta di daerah Sulawesi Utara.

Advertisement

Karel juga ikut dalam perjuangan merebut Irian Barat. Selesai bertugas di Irian Barat ia kembali ke Jakarta dan mendapat kehormatan menjadi pengawal kediaman Wakil Perdana Menteri II sampai saat gugurnya karena pemberontakan golongan komunis. Ia diangkat sebagai Pahlawan Revolusi dan pangkatnya dinaikkan menjadi Ajun Inspektur Polisi Kl.II. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Advertisement