Advertisement

KABUPATEN CIAMIS termasuk Propinsi Jawa Barat. Letaknya di ujung timur Jawa Barat. Kabu¬paten ini merupakan pintu gerbang, sekaligus perbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Luas Kabupaten Ciamis 2.520,54 kilometer persegi, atau sekitar 5,88 persen luas Jawa Barat. Kabupaten ini termasuk Wilayah Pembangunan Priangan Timur. Bersama Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis menjadi pusat pertumbuhan utama. Batas utara kabupaten ini Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan; batas timurnya Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas (Propinsi Jawa Tengah); batas selatannya Samudera Hindia; dan batas baratnya Kabupaten Tasikmalaya. Secara administratif Kabupaten Ciamis dibagi menjadi 7 daerah pembantu bupati, 25 kecamatan, 10 kemantren, dan 358 desa.

Penduduk. Kabupaten Ciamis berpenduduk 1.439.854 jiwa (1986). Kepadatannya 571 jiwa per kilometer persegi. Angka ini terendah dibandingkan dengan daerah Jawa Barat lainnya. Penyebarannya tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di daerah perkotaan yang umumnya ada di bagian utara. Angka pertumbuhan penduduknya di bawah angka pertumbuhan penduduk Propinsi Jawa Barat dan angka pertumbuhan penduduk nasional. Angka kelahirannya menurun dari angka 13.208 jiwa di tahun 1978 menjadi 11.133 jiwa di tahun 1983.

Advertisement

Jumlah angkatan kerja menurut hasil sensus tahun 1980 adalah 516.952 jiwa, yakni tenaga kerja 512.912 jiwa (99,22 persen) dan pencari kerja 4.040 jiwa (0,78 persen). Jumlah petani 654.800 orang, pedagang 78.602 orang, tukang 32.887 orang, karyawan 30.260 orang, pensiunan 13.279 orang, dan nelayan 1.906 orang. Banyak terdapat industri kecil makanan dan kerajinan, antara lain kerupuk, ikan asin, minyak kelapa, tahu, tempe, dan peralatan rumah tangga.

Listrik masih dialirkan dari Perum Listrik Negara (PLN) cabang Tasikmalaya. Jumlah pelanggan rumah tangga tercatat 17.219 dengan kapasitas 8.636.904 VA. Jumlah pelanggan industri tercatat 412 industri dengan kapasitas 503.669 VA.

Keadaan Alam. Kabupaten Ciamis sebelah utara merupakan wilayah depresi Jawa Barat, sebelah timur adalah wilayah lembah Ci Tanduy, sebelah barat wilayah pegunungan lipatan selatan, dan sebelah selatan wilayah dataran rendah selatan. Dilihat dari kondisi fisiknya, kabupaten ini merupakan daerah aliran sungai (DAS) Ci Tanduy dengan anak-anak sungainya. DAS ini bermanfaat sebagai penunjang kesuburan Ciamis sebagai daerah pertanian. Berbagai sungai di daerah ini selain dimanfaatkan untuk pengairan juga untuk perikanan, terutama di daerah tenggara yang berawa-rawa.

Daerah pertanian umumnya juga di tenggara. Tabahnya landai dan berawa-rawa. Sekitar 190.000 hektar sawah terletak pada DAS Ci Tanduy, dan meliputi 19 kecamatan. Daerah utaranya berbukit-bukit dengan kemiringan di atas 15°. Daerah itu merupakan daerah hulu sungai (Cijolang, Cimuntur, dan sebagainya). Daerah perkebunan terdapat di timur, timur laut, dan tenggara. Komoditi perkebunannya terutama karet. Selain itu, daerah selatan, mulai Banjar hingga pantai selatan, banyak memiliki areal hutan jati. Sebagian besar wilayah ini berupa dataran rendah dan pantai yang landai. Wilayah sepanjang Kalipucang sampai Parigi mengandung banyak bahan galian tambang. Sepanjang Pangandaran sampai Ciparanti banyak terdapat objek wisata pantai. Daerah Lakbok, Banjarsari, sampai Padaherang merupakan daerah penghasil beras.

Iklim pegunungan dan iklim pantai (dataran rendah) berlaku di Kabupaten Ciamis. Daerah pegunungan umumnya terdapat di Ciamis Utara, sedangkan daerah dataran rendah terdapat di Ciamis Selatan. Berbagai usaha peningkatan produksi pertanian yang dibarengi dengan usaha konservasi tanah dan air terutama dilakukan di daerah Ciamis Utara.

Advertisement
Filed under : Antropologi,