Advertisement

Istiqlal adalah nama sebuah mesjid yang terletak di ibukota Republik Indonesia, yaitu Jakarta. Mesjid ini merupakan mes­jid yang terbesar di Indonesia, dan juga di Asia Tenggara. Daya tampung dari masjid ini lebih kurang 100.000 jemaah.

Mesjid Istiqlal merupakan mesjid resmi negara, karena itu peringatan hari-hari be­sar Islam yang diadakan pemerintah selalu diadakan di mesjid ini. Biasanya peringat­an-peringatan itu dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden RI. Selanjutnya seba­gai mesjid negara, maka pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Menteri Sekretaris Negara.

Advertisement

Pembangunan mesjid Istiqlal mulai di­rencanakan pada 1954, yaitu sejak dibu­kanya sayembara perencanaan bangunan dari mesjid tersebut. Dalam sayembara pe­rencanaan tersebut keluar sebagai peme­nangnya adalah Frederich Silaban, seorang arsitek kelahiran Tapanuli pada 16 Desem­ber 1912 dan meninggal di Jakarta pada 14 Mei 1984, yang memenangkan 3 sa­yembara sekaligus pada 1954. Ketiga sa­yembara yang dimenangkan itu adalah pe­rencanaan mesjid Istiqlal, perencanaan ge­dung Bank Indonesia dan perencanaan Monumen Nasional (Monas).

Persiapan pembangunan mesjid dimulai pada 1961, dengan peletakkan batu perta­ma pada 1964, tiga tahun kemudian. Se­dangkan peresmian pemakaiannya dimulai pada 22 Fehruari 1978, yaitu pada saat di­resmikan pemakaiannya oleh Presiden Su­harto. Sejak saat ini, walaupun belum se­lesai secara keseluruhan, mesjid Istiqlal mulai dipakai sebagai sarana ibadat, baik untuk salat berjemaah, mengadakan pe­ngajian-pengajian maupun peringatan hari­hari besar Islam.

Bangunan mesjid Istiglal ini terdiri atas dua bagian. Pertama gedung induk seluas 1 ha., yang terdiri dari ruangan tengah de­ngan 12 buah tiang besar dan tinggi di da­lamnya. Ruang ini dikelilingi oleh bangun­an yang berlantai lima. Kemudian di pun­caknya terdapat kubah dengan garis te­ngah 45 m yang bagian luarnya dilapisi dengan keramik yang tahan api. Keramik untuk melapisi bagian luar kubah ini di­impor dari Jerman Barat. Pada puncak ku­bah dipasang logo Bulan Bintang dengan garis tengahnya sepanjang 3 m. Sedangkan bagian dalam kubah yang cekung berwar­na abu-abu hitam dilapisi ornamen yang dingin. Di dalam ruangan terdapat sebuah mimbar untuk khatib membacakan khut­bahnya, yang terletak agak ke atas, dan mimbar tersebut dilapisi dengan kain yang bertulisan Arab. Selain itu juga terdapat sebuah mihrab tempat Imam memimpin salat berjemaah.

Bagian kedua dari mesjid Istiqlal ada­lah gedung pendahuluan yang bergaya ar­sitek Arab, dengan tangga ke segala ting­kat yang mencerminkan karakter khas Islam. Di dalam gedung ini terdapat se­buah beduk yang sangat besar yang ber­ukuran 3 X 2 meter dengan berat sekitar 2,3 ton. Bedug ini terbuat dari kayu me­ranti yang konon telah berusia 300 tahun, dan digantungkan pada sebuah tiang se­tinggi 3,8 meter. Selanjutnya lantai tern-pat muazin mengumandangkan azan tanda tibanya waktu salat terletak pada lantai yang berketinggian kurang lebih 66,6 me­ter.

Mesjid Istiqlal ini memiliki halaman yang cukup luas yang dilengkapi dengan kolam seluas 3/4 ha dengan air mancur di tengahnya dan sebuah sungai mengalir melewati seluruh sisi bangunan. Selain da­ri itu mesjid ini juga dilengkapi dengan se­buah perpustakaan dengan koleksi buku­buku terutama yang berhubungan dengan pengetahuan Islam.

 

Advertisement