Advertisement

Ilyas adalah nabi atau rasul yang ke 17 dalam Islam. Nama Ilyas disebut dua kali dalam al-Quran, yakni pada surat al­An’am ayat 85 dan surat as-Saffat ayat 123. Pada ayat yang pertama nama Ilyas disebut bersama-sama dengan nabi Zaka­riya, nabi Yahya dan nabi Isa, yang disc­butkan sebagai salah seorang dari orang­orang saleh. Sedangkan pada surat as-Saf­fat ayat 123, Ilyas disebut seorang dari orang yang diutus Allah.

Ilyas dikirim sebagai rasul oleh Allah kepada kaum penyembah dewa Baal. Se­bagai diketahui Baal adalah nama berhala yang dipuja dan disembah oleh bangsa Punicia, yang mendiami bagian pantai Arabia Utara. Bangsa Punisia adalah bang­sa pelaut. Sampai sekarang masih didapati sebuah bangunan altar bernama Helio­polis, terletak di negeri yang bernama Baalbek, dalam wilayah Libanon sekarang. Diceritakan bahwa altar Heliopolis ini ada­lah bekas altar penyembahan bagi dewa Baal.

Advertisement

Surat as-Saffat ayat 123 sampai kepada ayat 130 mengungkapkan bagaimana tu­gas dakwah nabi Ilyas dalam menyeru kaumnya untuk kembali bertauhid me­nyembah hanya kepada Allah saja. Demi­kianlah Ilyas mengajak kaumnya dengan berkata: “Apakah kamu tidak takut pada siksaan-siksaan Allah? Kenapa kamu me­nyembah berhala Baal dan mengabaikan Allah sendiri? Apakah Baal yang mencipta ataukah Allah sendiri yang mencipta?”

Seruan Ilyas itu dijawab oleh kaumnya dengan mengatakan: “Kami sudah sejak lama menyembah Baal, semenjak dari ne­nek moyang kami. Oleh sebab itu kami ti­dak bisa meninggalkannya begitu saja.”

Karena mereka menolak seruan Ilyas itu, maka Allah menurunkan azab kepada kaum Ilyas ini, kecuali orang-orang yang menerima seruan Ilyas untuk kembali kepada tauhid.

 

Advertisement