Advertisement

Ibnu Abbas adalah seorang sahabat Ra­sulullah, ahli tafsir dan ahli hukum Islam. Nama lengkapnya ialah Abdullah ibnu Ab­bas ibnu Abdul-Mutalib al-Quraisyi al-Ha­syimi, yang terkenal dengan Turjuman al-Qur’an (juru bahasa al-Quran). Ia adalah saudara sepupu dari Muhammad Rasulul­lah, anak tertua dari Abbas putra Abdul­Mutalib. Ia lahir di Mekah, dua tahun se­belum Rasulullah hijrah ke Madinah. Ra­sulullah pernah mendoakannya agar ia di­anugerahi Allah pemahaman yang dalam di bidang agama dan keahlian dalam me­nafsirkan al-Quran. Akan keahliannya da­lam bidang tafsir, Ibnu Mas`ud dalam ko­mentarnya mengatakan, bahwa Ibnu Ab­bas adalah orang yang paling ahli dalam bidang tersebut, sehingga ia digelari de­ngan Turjuman al-Quran. Dalam bidang hukum Islam, ia disebut sebagai mustasyar (konsultan) dari khalifah kedua, Umar bin al-Khattab. Pada masa Umar memegang tampuk pemerintahan yang berpusat di Madinah, banyak persoalan-persoalan hu­kum di daerah Islam yang tidak mudah untuk dipecahkan. Hal itu disebabkan, di samping tambah meluasnya daerah Islam ke luar semenanjung Arabia juga di Madi­nah sendiri sebagai ibu kota banyak terja­di perubahan-perubahan dan hal-hal barn yang belum ada secara tegas hukumnya di masa Rasulullah. Dalam kondisi yang de­mikian diriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas adalah orang yang paling banyak diminta­kan fatwa dan pemikiran hukumnya oleh Umar bin al-Khattab dan tidak memban­tahnya.

Ibnu Abbas sebagai saudara sepupu Ra­sulullah, termasuk orang-orang yang bebas keluar masuk di tempat kediaman Rasu­lullah. Oleh karena banyak bergaul dengan Rasulullah, ia banyak mengetahui hal-ih­walnya. la termasuk di antara sahabat-sa­habat yang banyak meriwayatkan hadis Rasulullah. Ada 1660 buah hadis yang di­riwayatkan darinya, yang terdapat dalam berbagai kitab hadis. Hadis-hadis yang di­riwayatkannya itu, ada yang langsung di­terimanya dari Rasulullah, dan ada pula yang diterimanya dari para sahabat, seper­ti dari bapaknya, Abbas, dari ibunya, Ummul-Fadl, dari saudara kandungnya al­Fadl, dari Maimunah, Abu Baku,’ Umar bin al-Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Abdurrahman bin Auf, Mu’az bin Jabal, Abu Zar al-Giffari, dan lain-lain. Adapun para sahabat yang menerima ha­dis darinya, di antaranya Abdullah ibnu Amru ibnu Salabah ibnu al-Hakam al­Laisi, al-Miswar ibnu Mikhramah, Abu at­Tufail dan lain-lain. Dari kalangan tabiin yang menerima hadis darinya, di antara­nya Sald ibnu al-Musayyib, Abdullah ib­nu al-Haris ibnu Naufal, Abu Salamah ibnu Abdurrahman, al-Qasim ibnu Mu­hammad, Ikrimah, Ata, dan lain-lain.

Advertisement

Selain keahliannya dalam bidang-bidang tersebut, ia juga ahli dalam bidang bahasa Arab, ahli syair dan sejarah Arab. Ubaidil­lah ibnu Abdillah ibnu Utbah dalam ko­mentarnya mengatakan bahwa Ibnu Ab­bas lebih unggul dari yang seperiode de­ngannya dalam beberapa hal. Di antaranya dalam keahlian bersyair, berbahasa Arab, dalam menafsirkan al-Quran, dalam seluk beluk putusan-putusan hukum Umar bin al-Khattab dan Usman bin Affan. Tiap ha­ri dikhususkannya untuk mem bicarakan satu macam. dari berbagai keahliannya itu di had apan peminatnya. Satu hari khusus untuk fikih, satu hari untuk tafsir, satu hari untuk syair, dan satu hari untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut dengan perang.

 

Advertisement