Advertisement

MENGENAL GUNUNG KRAKATAU – Gunung yang terletak di Pulau Kraka­tau, salah satu pulau di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Gunung ini terkenal karena letusannya pada tahun 1883. Getarannya terasa sam­pai ke Benua Amerika.

Gunung Krakatau diduga sudah terbentuk sejak sa­tu juta tahun yang lalu. Bentuknya seperti kerucut Tingginya 1.800 meter di alas permukaan laut. Bagian puncak kerucut kemudian meletus, membentuk suatu kaldera berdiameter enam kilometer. Bagian-bagian kaldera yang menonjol ke permukaan laut memben­tuk empat pulau kecil, Sertung, Lang, Polish Hat, dan Rakata. Bertahun-tahun kemudian, pulau-pulau kecil, itu bersatu membentuk sebuah pulau. Puncak terting­ginya mencapai 800 meter di atas permukaan laut.

Advertisement

Sebelum terjadi letusan dahsyat pada tahun 1883, pernah terjadi letusan kecil pada tahun 1680. Letusan yang mengguncangkan dunia itu sendiri dimulai pada tanggal 20 Mei dan mencapai klimaks pada tanggal 26 sampai 28 Agustus 1883. Batuan yang dilontarkan di­perkirakan sebanyak 21 kilometer kubik, sedangkan abu yang dimuntahkan mencapai jarak sejauh 800.000 kilometer. Abu itu mengakibatkan wilayah di sekelilingnya gelap selama dua setengah hari. Gelom­bang lautnya mencapai Amerika Selatan dan Hawaii. Gelombang yang tingginya sampai 12 kilometer itu melanda kota-kota di Jawa dan Sumatra. Seluruh ke­hidupan di pulau itu tenggelam dalam lapisan abu. Bencana ini menelan sekitar 36.000 jiwa.

Setelah lama tidak tampak tanda-tanda kehidupan, pada tahun 1928 mulai terlihat adanya kegiatan baru dengan munculnya gunung api baru yang dinamakan Anak Krakatau. Ketinggian Anak Krakatau ini terus bertambah, dimulai dari 8,39 meter, lalu 66,8 meter (1933), 132,33 meter (1941), dan 169,67 meter (1968), tetapi kemudian menurun menjadi 154,66 me­ter (1968) di atas permukaan laut. Anak Krakatau, bersama Rakata Kecil, dan Sertung ini membentuk Pulau Krakatau. Kehidupan baru telah tumbuh di atas­nya, bahkan wilayah itu kini dijadikan cagar alam yang merupakan bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Luasnya 2.500 hektar.

 

Advertisement