Advertisement

Fungsi-fungsi Bahasa, Dengan mengatakan bahwa bahasa merupakan suatu pranata, kita hanya akan menjelaskan secara tidak lengkap hakekat gejala itu. Meskipun terasa metaforis, penamaan bahasa sebagai sebuah instru­men atau sebuah alat memang berguna untuk menarik perhatian kita pada perbedaan antara bahasa dengan pranata yang lain. Fungsi utama instrumen itu, yaitu bahasa, adalah untuk berkomunikasi: bahasa Perancis, misalnya, merupakan alat yang penting yang me­mungkinkan setiap “bahasawan Perancis” saling berhubungan. Kita akan melihat bahwa bahasa mana pun berubah bersama waktu. Hal itu pada dasarnya untuk menyesuaikan diri secara paling hemat dengan pemuasan kebutuhan komunikasi masyarakat penggunanya.

Namun, perlu diingat pula bahwa, bahasa mempunyai fungsi lain di samping menjamin saling pengertian. Pertama, bahasa dapat dianggap berguna sebagai penunjang pikiran, sehingga kita dapat mempertanyakan apakah kegiatan mental yang kurang mengguna­kan bahasa patut disebut pikiran. Namun, masalah itu harus diaju­kan kepada psikolog dan bukan kepada ahli linguistik. Di samping itu, manusia sering kali menggunakan bahasanya untuk mengung­kapkan diri, artinya untuk mengkaji apa yang dirasakannya tanpa memperhatikan sama sekali reaksi pendengarnya yang mungkin mun­cul. Hal itu mungkin pula dipertegas melalui pandangan matanya atau mata orang lain tanpa memerlukan komunikasi yang sebenar­nya. Kita juga dapat berbicara tentang fungsi estetika bahasa yang sulit untuk dianalisis karena fungsi tersebut berbaur erat dengan fungsi komunikasi dan fungsi ekspresif. Pada akhirnya memang ko­munikasi, artinya saling pengertian, yang harus diingat sebagai fungsi pusat dari instrumen yang disebut bahasa itu. Mengingat hal itu, me­mang hebat kalau masyarakat menertawakan orang yang berbicara sendiri, artinya penggunaan bahasa dengan tujuan yang murni eks­presif. Orang yang ingin mengungkapkan diri tanpa mempedulikan sensor harus mendapatkan penonton untuk memainkan sandiwara pertukaran bahasanya. Semua itu menunjukkan bahwa bahasa setiap orang segera dirusakkan oleh satu-satunya kebutuhan, yaitu untuk di­pahami. Kebutuhan permanen itulah yang menjaga alat tersebut se­lalu dalam keadaan berfungsi.

Advertisement

Advertisement