Advertisement

Damiri adalah seorang ahli ilmu hewan terkenal dari kalangan Arab. Nama leng­kapnya Kamaluddin Abul-Baqa Muham­mad bin Musa bin Isa bin Ali ad-Damiri; lahir di desa Damirah, dekat kota Kairo, pada 1349 (750 H) dan wafat pada 1405 (806 H).

Pada waktu mudanya bekerja sebagai penjahit pakaian di Kairo, sambil belajar ilmu-ilmu tafsir, hadis, fikih dan falsafat, dan kemudian mengajarkan ilmu-ilmu tersebut di satu halaqah khusus pada uni­versitas yang sama. Ia terkenal alim dalam ilmu-ilmu tersebut dan banyak tertarik de­ngan tasawuf., Berulang kali sempat menu­naikan ibadat haji ke tanah suci, dan per­nah mengajar di Mesjid al-Haram.

Advertisement

Minat utamanya terletak pada ilmu he­wan, terutama ketika ia menekuni buku Kalilah wa Dimnah yang terkenal sangat banyak memuat percakapan-percakapan dalam dunia binatang. Walaupun ia ten­tang ilmu ini didahului al-Jahiz (780— 869/163-255 H) dengan bukunya al­Hayawdn, namun Damiri dianQgap lebih berbobot dengan bukunya Hayat al-Haya­wan, karena sistematikanya yang lebih bersifat ilmiah, sehingga tepat sekali bila penulis-penulis Barat menyebutnya “the greatest Arab zoologist”.

Karya ilmiah tersebut menguraikan ilmu hewan secara panjang lebar. Kemu­dian buku itu ia ringkas ke dalam sebuah buku yang diberi nama Hawil Hassan min Haydt al-HayawThi. Buku yang disebut per­tama itulah yang paling terkenal dan ter­sebar luas, dicetak beberapa kali di Kairo, diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan Turki. Terjemahannya ke dalam bahasa Inggris (baru 3/4 dari isi buku) dilakukan oleh Kolonel Jayaher (ASG) di London (1906) dan Bombay (1908) di waktu pe­nerjemah bertugas sebagai dosen pada se­buah perguruan di India.

Dalam bidang ilmu keislaman, ia me­nulis beberapa buah buku; di antaranya ad-Dibdyah, Syarah Sunan Ibnu Majah (ulasan di bidang hadis), dan kitab an­Najm al-Wahhaj, Syarah Kitab al-Minhdj oleh Imam Nawawi (di bidang fikih), dan yang disebut terakhir ini tidak sempat ia selesaikan.

Advertisement