Advertisement

Arsyad Banjar atau Syekh Muham­mad Arsyad bin Abdullah seorang ulama terkemuka di Kalimantan Selatan. Ia lahir pada 1703 (13 Safat 1122 H) di Martapu­ra, Kalimantan Selatan. Ia terlahir dari ke­luarga taat beragama. Ketika berumur 8 tahun, ia diserahkan kepada Sultan Hida­yatullah, untuk dibesarkan dan dididik agama secara baik, melalui beberapa guru agama terkemuka. Setelah dewasa, ia me­lanjutkan studinya ke Mekah selama 30 tahun. Selesai masa studinya di Mekah, mulanya, ia bermaksud melanjutkannya ke Mesh. Tetapi para gurunya di Mekah, menasihatinya agar mengurungkan niat­nya dan menganjurkannya untuk kemba­li ke tanah air, guna menyebarluaskanil­mu yang telah diperolehnya. Nasihat ter­sebut diterimanya dengan baik.

Sampai di tanah air, ia disambut baik oleh masyarakat. la langsung mengem­bangkan ilmu yang telah diperolehnya. Rupanya, ia mengembangkan ilmunya ti­dak hanya di Banjarmasin, melainkan juga di Jakarta. Praktek pengembangannya bu­kan saja dilakukan melalui lembaga-lemba­ga pengajian tetapi juga melalui lembaga­lembaga pendidikan, tennasuk pesantren. Selain terlibat dalam kegiatan tersebut, ia pun alctif menulis. Di antara karya tulis­nya_ adalah Tuh_fat ar-Regibin dan kitab Sabil al-Muhtadin. Pada 1808 (1227 H.) ia meninggal dunia dalam usia 105 tahun.

Advertisement

Advertisement