Advertisement

Memiliki dua masa perkembangan penting; Yang pertama adalah masa timbulnya bangunan-bangunan kaum Seljuk, yakni bangsa yang menyerbu Asia Kecil dari Asia Tengah dalam abad ke-11, dan mendirikan kerajaan “Roum” yang meliputi sebagian Syria, Asia Kecil dan Mesopotamia. Konia, sebagai ibu kotanya, mempekerjakan pengrajin Persia untuk menghias bangunan-bangunannya, termasuk beberapa mesjid penting di kota itu pada abad ke-13. Masa kedua ialah masa berkembangnya bangunan kaum Ottoman, suku bangsa lain yang suka berperang dari Asia Tengah, yang menyerbu Turki dan menggantikan kaum Seljuk sekitar tahun 1300, serta mendirikan ibu kotanya di Bursa, dekat kota Istanbul sekarang. Pada tahun 1379-1402 kaum Ottoman membangun sejumlah mesjid yang megah di Bursa; kemudian dalam 1453 mereka mengepung dan menduduki Konstantinopel itu sendiri, dan mengubah gereja S. Sophia menjadi mesjid. Dalam 200 tahun berikutnya mereka membangun enam mesjid agung lagi di dalam kota tersebut. Dari segi arsitekturnya, bangunan-bangunan mesjid ini menampakkan pengaruh yang kuat dari S. Sophia – kesemuanya lebih condong ke langgam Byzantin daripada Islam. Kesan bangunan Islam hanya tampak pada adanya minaret. Arsitek terkenal abad ke-16 adalah Sinan, kelahiran Albania; karya-karyanya antara lain 73 mesjid, 45 langgar, 52 madrasah, 7 akuaduk, 7 jembatan, 27 istana dan 3 rumah sakit.

Setelah sekitar 1650, arsitektur Turki merosot dengan cepat, tetapi di ibu kota yang baru, Ankara, bangunan modern yang indah dengan desain aliran Barat maju dengan pesat.

Advertisement

Advertisement