Advertisement

ar-Ragib al-Asfahani, adalah seorang sastrawan terkenal, dan kalangan ulama ahli tafsir dan hukum Islam. Nama leng­kapnya ialah Abu al-Qasim al-Husein ibnu Muhammad Ibnu al-Mufaddal, yang terke nal dengan ar-Ragib. Ia dilahirkan di As­fahan, kemudian pindah dan berdomisili di Bagdad. Bagdad dalam sejarah terkenal dengan ulama-ulama besarnya. Dari ula­ma-ulama besar di negeri itulah ar-Ragib mendalami ilmu pengetahuan keislaman. Berbagai cabang ilmu keislaman sempat didalaminya, dan sebagiannya sempat pula dituangkannya ke dalam bentuk karangan. Banyak peninggalan karya ilmiahnya seba­gai bukti atas kealimannya, baik yang su­dah sempat dicetak, maupun yang masih dalam bentuk manuskrip. Di antara kitab­kitab karangannya yang terkenal ialah, kitab Muhadarat al-Udaba’ dalam dua juz, kemudian kitab: Muhadarat asy-Syucara’ wa al-Bulaga’, yang terkenal dengan sing­katan kitab al Muhadarat, seperti disebut­kan dalam kitab Dairat al-Ma’arif, yang terdiri dari dua puluh lima Juz. Dalam bi­dang Ulum al-Quran itu mengarang bebe­rapa buah kitab. Di antaranya kitab Risa­lat Munabbihat Ila Fawaid al-Qur’an. Ki­tab tafsir inilah yang dikenal dengan se­butan Muqaddimat at-Tafsir, yang dicetak pertama kali di Kairo pada 1329 H, bersa­ma dengan kitab: Tanzih al-Qur’an ‘An al­Matrin oleh Abdul-Jabbar. Diriwayatkan, Kitab Tafsir tersebut banyak mempenga­ruhi al-Kadi Nasirud-Din al-Baidawi (w. 685 H) dalam mengarang kitab Anwar at-Tanzil Wa Asrar al-Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir al-Baidawi itu. Baidawi da­lam tafsirnya tersebut banyak menukil pendapat ar-Ragib dari kitabnya tersebut. Kitab lain dalam bidang ini ialah kitab Mufradat Alfaz al-Qur’an, atau juga dike­nal dengan kitab Mufradat fi Garib al-Qur’an. Kitab tersebut dicetak pertama kali di Kairo pada 1322 H. Ia dicetak di pinggir kitab an-Nihayah,sebuah kitab da­lam Ilmu Hadis karya Ibnu al-Asir. Kemu­dian dalam bidang yang sama kitab Hallu Mutasyabihat al-Qur’an. Kitab tersebut, sampai 1980 seperti dijelaskan oleh Khai­rudin az-Zirikli dalam kitabnya al-1 `lam masih dalam bentuk manuskrip.

Dalam bidang akhlak ia mengarang dua buah kitab, pertama kitab az-Zarrat Ila. Makarim asy,Syari`ah. Kitab tersebut me­nurut sejarahnya diselesaikannya sebelum ia menyusun kitab tafsirnya tersebut di atas. Uraian yang amat mendalam dalam kitab tersebut mengenai akhlak membuat tokoh Imam al-Gazali tertarik kepadanya. Diriwayatkan, satu naskah dari buku ter­sebut tetap dibawa oleh al-Gazali ke mana ia bepergian. Kitab kedua dalam bidang ini ialah kitab al-Akhla-q yang terkenal de­ngan kitab Akhltiq ar-Rffgib.

Advertisement

Dalam bidang sastra ia mengarang bebe­rapa buah kitab. Di antaranya ialah, kitab Tahqiq al-Bayffn, dan kitab Afanin al-Bard­gah. Kemudian dalam bidang akidah ia mengarang kitab yang bernama

Pada 1319 H, di daerah Baitul-Maqdis didapatkan sebuah manuskrip lagi karya ar-Ragib yang_ berjudul Tafsil an-Nasy­atain wa Tahsil as-SaWdatain. Pada lem­baran mukanya dituliskan bahwa ia di­salin dan manuskrip lain pada 963 H. Atas biaya seorang dermawan Yahir al-Jazairi, manuskrip tersebut dicetak dan diedarkan pertama kali di Kairo.

Ada yang mengatakan bahwa ar-Ragib berpaham Mulazilah dalam teologi. Berbe­da dengan itu, Fakhruddin ar-Razi dalam kitabnya Asas at-Taqdis mengatakan bah­wa ar-Ragib berpaham Ahlu Sunnah al­Asy`ariyah.

Sepanjang yang dapat dijangkau, tidak didapatkan dalam buku-buku sejarah ar­Ragib mengenai tahun kelahirannya. Da-lam kitab Syekh Khairuddin az­Zirikli menyebutkan bahwa ar-Ragib wa­fat pada abad ke-12 (1108) atau 6 H (502 H).

 

Advertisement
Filed under : Review,