Advertisement

al-Maragi, adalah seorang ahli tafsir ter­kemuka berkebangsaan Mesh, murid dari Syekh Muhammad Abduh. Nama lengkap­nya ialah Muhammad ibnu Mustafa ibnu Muhammad ibnu Abdul-Mun’im al-Mara­gi. la dilahirkan pada 1881 (1298 H), di sebuah perkampungan di Mesir yang dise­but al-Maragah, dan kepada dusun tempat kelahirannya itulah ia dihubungkan (al­Maragi). Setelah mulai dewasa, ia pindah ke Kairo untuk mendalami berbagai ca-bang ilmu keislaman dan ia sempat ber­guru kepada Syekh Muhammad Abduh, seorang ulama yang tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Setelah menguasai dan mendalami cabang-cabang ilmu keislam­an, ia mulai dipercayakan oleh pemerin­tah memegang jabatan penting dalam pemerintahan. Pada 1908 sampai dengan 1919 ia diangkat menjadi hakim di Su­dan. Waktu ia menjadi hakim di negeri itu ia sempatkan dirinya untuk mempe­lajari dan mendalami bahasa-bahasa asing, antara lain yang paling ditekuninya adalah bahasa Inggris. Mulai itu ia banyak mem­baca literatur-literatur berbahasa Inggris. Oleh karena kedalaman ilmunya, pada 1928 ia mendapat kepercayaan dari pe­merintah dan Ulama-ulama terkemuka di Mesir untuk menjadi Syekh al-Azhar (Rektor Universitas al-Azhar). Kemudian setelah beberapa tahun jabatan itu diting­galkannya, dan kembali dipangkunya pa­da 1935, sampai waktu wafatnya. Banyak karya ilmiah yang ditinggalkannya sebagai bukti akan kedalaman ilmunya. Di antara­nya ialah: Kitab Bah. un Fi Tarjamat al­Qur’dn al-Karim da al-Lugat al-A jnribiyah, kemudian secara tervisah beberapa kitab tafsir; Tafsir Surat al-Hujarift, Tafsir Surat al-Hadid dan Surat al-Furqan, Tafsir Surat Luqincin dan Surat al-Asr, Kitab ad Durus ad-Diniyah, dan Kitab al-Auliya’ wa al­MalMtirin, Kitab-kitab tersebut dicetak dan beredar, kecuali Kitab yang disebut terakhir, menurut catatan Khairuddin az­Zirikli dalam kitabnya al-A ‘On, masih merupakan manuskrip, belum dicetak.

Ia wafat pada 1945 di Iskandaria, dan jenazahnya dibawa, kembali ke Kairo, dan di sana ia dikuburkan, dalam usia 64 ta­hun.

Advertisement

Seorang ulama besar lain yang juga di­kenal dengan al-Maragi ialah Ahmad Ibnu Mustafa al-Maragi. Ia dilahirkan di desa al­Maraga juga dan kepada desa itu ia dihu­bungkan. Sumber yang menceritakan ri­wayat hidupnya yang dapat kita jangkau, tidak menyebutkan tahun berapa ia dila­hirkan dan juga tidak menyebutkan apa­kah ada hubungan keluarga antara dia de­ngan Syekh al-Maragi yang disebutkan se­belumnya. Yang jelas kedua ulama besar itu adalah semasa, karena Muhammad ibnu Mustafa wafat pada 1945 sedangkan Ahmad bin Mustafa wafat pada 1952. Ah­mad ibnu Mustafa terkenal sebagai se­orang ahli tafsir terkemuka di Mesir. Sete­lah beberapa waktu belajar al-Quran di tempat kelahirannya, dan setelah mena­matkan sekolah menengah, ia menyam­bung pelajarannya ke Perguruan Tinggi Darul-Ulum di Kairo mulai 1908. Setelah menyelesaikan studinya di perguruan itu, karena kepintaran dan kealimannya, ia langsung diangkat sebagai pengajar di per­gurauan tersebut dalam mata-mata pelajar­an Syariah Islamiyah. Beberapa tahun ke­mudian ia juga menjadi Guru Besar pada

Fakultas Gurdun di Khurtham Sudan, dalam mata kuliah Bahasa Arab dan Sya­riah Islamiyah.

Di samping mengajar, kegiatan ilmiah yang ditekuninya ialah karang mengarang. Banyak karya ilmiahnya yang dapat kita saksikan, di antaranya ialah: Kitab al-His­bah fi Kitab al-Wafiz

Kitab ‘Mtn al-Balc7gah, dan yang paling terkenal di antara karangan-karang­annya ialah kitab tafsir yang terkenal de­ngan Tafsir al-MarJgi. Kitab tersebut dice­tak dalam sepuluh jilid, dan beredar di ne­geri-negeri Islam, termasuk Indonesia. Kitab, tafsir tersebut, seperti diceritakan sendiri oleh pengarangnya di akhir tulisan­nya, diselesaikannya claim masa tujuh ta­hun, selesai pada Zulhijjah 1365 di kota Helwan Mesir. Tafsir al-Maragi terkenal sebagai sebuah kitab tafsir yang mudah di­pahami dan enak dibaca. Ini sesuai dengan tujuan pengarangnya, seperti diceritakan­nya sendiri dalam mukadimahnya, untuk menyajikan sebuah buku tafsir yang mu­dah dipahami oleh masyarakat muslimin. Ia wafat di Kairo, pada 1952 (1371 H).

Advertisement