Advertisement

al-Maqqari, (Abul Abbas Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ahmad ibnu Yahya at­Tilimsani Syihabuddin), adalah seorang sastrawan dan penulis biografi dari Magrib, lahir di Tilimsan 1591 (1000 H) dan wafat di Kairo 1632 (1041 H). Ia berasal dari keluarga terpelajar, penduduk Maqqara (sekarang termasuk propinsi Konstantine di Aljazair). Salah seorang nenek moyang­nya dari pihak ayah, Muhammad ibnu Mu­hammad al-Maqqari adalah hakim agama di Fas dan salah seorang guru dari Lisa­nuddin ibnu al-Khatib dari Granada. Ia menerima pendidikannya sejak dini dari guru utamanya yaitu pamannya dari pihak ayah Abu Usman Sa`id (w. 1620/1030 H). Kemudian ia meninggalkan kota kelahiran­nya, pergi ke Marrakisy dan Fas, menjadi Imam dan Mufti di mesjid besar al-Qarawi­yin dari 1613 (1022 H) sampai 1617 (1027 H), pergi menunaikan ibadat haji dan setelah itu pergi ke Kairo 1618 (1028 H), kawin dan tinggal di sana beberapa bu­lan. Tahun berikutnya pergi ke Jerusalem dan kembali lagi ke Kairo. Tahun 1627 (1037 H) menunaikan haji untuk kedua kalinya dan beberapa kali lagi di tahun­tahun berikutnya. Selama di Mekah dan di Madinah, ia mengajar hadis dengan cara yang menarik. Kembali ia tinggal di Jeru­salem dan Damaskus dan diterima oleh Ahmad ibnu Syahin di madrasah Jakmaqi­yah. Di kota ini, kuliahnya tentang hadis Muslim banyak menarik pengunjung. Sete­lah itu, ia kembali ke Kairo dan sementara mempersiapkan diri untuk kembali ke Da­maskus guna menetap di sana, ia jatuh sakit dan akhirnya wafat.

Ketika di Maroko, ia mengumpulkan bahan-bahan pokok bagi karyanya sebagai sejarawan dan ahli biografi tentang mus­lim di Spanyol, terutama di Marrakisy di perpustakaan Sedian Sultan (sekarang menjadi bagian perpustakaan Escorial). Di sini al-Maqqari, di antara karya-karya lain, membaca suatu salinan tentang Musnad Ibnu Marzuq. Karya besarnya yang ditulis­nya di Timur atas saran Ibnu Syahin dari bahan-bahan yang dikumpulkannya di Magrib, merupakan suatu monograf yang panjang tentang muslim di Spanyol dan tentang ahli ensiklopedia terkenal dari Granada, Lisanuddin ibnu al-Khatib de­ngan judul Nafh at-Tib min Gusnal-Anda­lus ar-Ratib wa Zikr Wazirina Lisan ad-Din Ibn alKhatib (Semerbaknya harum bunga pada cabang Andalus yang Basah dan Mengenang Wazir Kita Lisanuddin ib­nu al-Khatib) suatu komplikasi panjang le-bar tentang informasi kesusastraan dan se­jarah, puisi, surat-surat dan kutipan-kutip­an yang banyak diambil dari karya-karya yang sekarang sudah tiada. Inilah yang memberikan kepada kitab Nafh atTib nilai yang amat tinggi dan menempatkan­nya pada renking pertama bagi sumber kita tentang muslim di Spanyol sejak dari penaklukan sampai hari-hari terakhir dari “Reconquista” (penaklukan kembali); bahkan pada periode kemudian, kitab ini merupakan satu-satunya sumber Arab yang masih kita miliki.

Advertisement

Kitab Nafh atTib terdiri dari 2 bagian pokok. Bagian pertama dibagi sebagai be­rikut :

  • Geografi fisik tentang Andalus,
  • Penaklukan Andalusia oleh bangsa Arab, periode parazubernur,
  • Sejarah para khalifah Bani Umay­yah dan tentang dinasti-dinasti kecil (vu­trik atTawa’if),
  • Deskripsi tentang Cordova, sejarah dan monumen-monumen yang ada,
  • Spanyol Arab yang telah mengada­kan perjalanan ke Timur,
  • Orang-orang Timur yang mengada­kan perjalanan ke Spanyol,
  • Sketsa tentang sejarah kesusastraan, kualitas moral dan intelektual Arab Spa­nyol,
  • “Reqonquista” terhadap Spanyol dan pengusiran terhadap orang-orang

Bagian ke 2 terdiri dari:

  • Asal-usul dan biografi nenek mo­yang Ibnu al-Khatib,
  • Biografi Ibnu al-Khatib,
  • Biografi guru-gurunya,
  • Surat-surat dalam bentuk prosa ber­irama baik yang diterima atau dikirim Ibnu al-Khatib,
  • Pilihan karya-karyanya, baik yang berbentuk prosa atau puisi,
  • Daftar analisis tentang karya-karya­ Kitab ini diterbitkan dalam 4 jilid di Kairo 1302 dan 1304. Karyanya yang lain adalah Azhar ar-Riyad fi Akhbar 7314

Advertisement
Filed under : Review,